Tuesday, 24 January, 2017 - 03:14

BPJS Sulteng Sosialisasi Program Jaminan Kesehatan Nasional

Kepala BPJS Kesehatan Palu dr Gerry Adhikusuma saat membawakan materi. (Foto : Wawan/ Metrosulawesi)

Poso, Metrosulawesi.com - Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Provinsi Sulteng, menggelar sosialisasi program jaminan kesehatan nasional. Sosialisasi di ikuti seratus tamu undangan dari warga Poso yang digelar di kantor Bappeda Poso. Jumat (9/12/2016).

Sosialisasi dengan mengambil tema" Dengan Gotong Royong, Semua Tertolong", dihadiri kepala BPJS kesehatan Palu dr. Gerry Adhikusuma, Nelvan Kristian Timbe Kepala Layanan Operasional BPJS Poso dan Soyo Pangabean selaku Kepala Unit, Hukum Komunikasi Publik dan Kepatuhan BPJS Kesehatan Palu.

dr. Gerry Adhikusuma saat membawa materinya menyampaikan, jika kartu BPJS dapat di pergunakan apa bila yang bersangkutan mengalami sakit. Namun apa bila sakit hanya di sengaja, seperti kasus kecelakaan lalulintas. Hal itu bukan tanggung jawab dari pihak BPJS, melainkan dari pihak kantor asuransi jiwa.

Gerry Adhikusuma mengatakan, jika kurang maksimalnya penyelenggara BPJS kesehatan di daerah, di karenakan kas keuangan pemerintah daerah belum dapat memenuhi atau memfasilitasi kebutuhan kesehatan ke tingkat nasional.

Selain itu dirinya juga menyampaikan, seluruh warga Indonesia memiliki hak untuk jaminan kesehatan seseorang. Karena BPJS kesehatan di danai oleh APBN dan APBD.

Dalam sosialisasi ini, rencananya akan dihadiri anggota komisi 9 DPR RI Verna Gladies Merry Inkiriwang. Namun anggota komisi 9 dari partai Demokrat itu batal hadir, karena menjenguk salah satu keluarga yang sakit.

"Ibu Verna Inkiriwang tidak dapat hadir, di karenakan ada keluarga yang lagi sakit. Beliau minta maaf yang sebesar-besarnya tidak dapat menghadiri acara ini," ungkap Deri Hafizh salah satu staf Verna Inkiriwang dari Jakarta.

Selain itu dalam sosialisasi ini, warga yang hadir melakukan sesi tanya jawab dengan pihak pemateri. Salah satu tamu undangan Hasan Lumi bertanya, terkait anggaran di daerah yang tidak dapat memenuhi kebutuhan kesehatan masyarakat.

Tak hanya itu, warga juga menyampaikan keluhkan terkait kondisi di kantor Palang Merah Indonesia (PMI). Dimana saat warga membutuhkan darah, namun kantong darah di kantor PMI kosong.
 

Editor : Subandi Arya

Kirim Komentar Anda
Budayakan beri komentar terkait artikel yang ditayangkan. Komentar adalah tanggapan pribadi sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim, tidak mewakili kebijakan redaksi METROSULAWESI dot com. Redaksi berhak mengubah atau menghapus komentar sesuai dengan Pedoman Komunitas.

Bintang Delapan