Saturday, 25 November, 2017 - 11:54

BPOM Palu Terus Tingkatkan Pengawasan

Kepala BPOM Palu, Safriansyah. (Foto : Dok Metrosulawesi)

Palu, Metrosulawesi.com - Jajaran Balai Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM) Palu terus meningkatkan pegawasan di wilayah kerjanya. Hal ini diungkapkan Kepala BPOM Palu Safriansyah, Sabtu, 11 November 2017.

“Kita terus intensifikasi pengawasan obat-obat dan makanan yang beredar dimasyarakat. Itu sebagai tindak lanjut pencanangan aksi nasional pemberantasan obat ilegal dan penyalahgunaan obat baru-baru ini,” ujar Safriansyah.

Safriansyah mengatakan dalam tiga bulan terakhir pihaknya belum menemukan adanya obat dan makanan yang tidak layak komsumsi beredar dimasyarakat. Paracetamol Cafein Corisoprodol (PCC) yang sempat marak beredar disejumlah daerah hingga saat ini tidak ditemukan lagi di Sulteng.

“Kita bersyukur PCC yang sempat menjadi masalah nasional tidak ditemukan lagi peredarannya. Ada kemungkinan karena intensifikasi pengawasan yang kami lakukan mereka (pengedar) menghentikan peredaran,” kata dia.

Namun demikian, Kepala BPOM mengimbau agar masyarakat tetap teliti dalam membeli obat dan makanan. Itu dapat dilakukan dengan cara melihat kemasan, label, izin edar dan tanggal kadaluwarsa produk.

“Insya Allah dengan begitu dapat menekan kemungkinan membeli obat atau makanan tidak bermutu dan tidak aman dikonsumsi,” tutur Safriansyah.

Dia menambahkan, dalam melakukan pengawasan, BPOM bekerjasama dengan berbagai pihak diantaranya jajaran Kepolisian dan Dinas Kesehatan. Kerjasama itu bagian dari komitmen pencanangan aksi nasional pemberantasan obat ilegal dan penyalahgunaan obat.

“Selain Dinas Kesehatan, kita juga bekerjasama dengan organisasi profesi untuk pembinaan kepada masyarakat agar memahami obat-obatan yang membahayakan bagi kesehatan,” tandasnya.

Parcel Natal akan Diawasi

Sementara itu, Balai Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM) Palu juga memastikan akan tetap mengawasi peredaran parcel pada perayaan Natal Desember mendatang. Hal itu dilakukan agar masyarakat terhindar dari panganan yang tidak layak komsumsi.

“Iya, kita tetap akan awasi peredaran panganan jelang hari-hari besar keagamaan, khususnya parcel,” kata Safriansyah.

Kata Safriansyah, jelang hari besar keagamaan, peredaran panganan semakin meningkat di pusat-pusat perbelanjaan modern dan tradsional. Dalam momentum demikian, BPOM mengintensifkan pengawasan.

“Biasanya akan kita lakukan intensifikasi pengawasan, termasuk cakupan pengawasannya,” tuturnya.

Pengawasan dilakukan dengan pengecekan ke lapangan memeriksa dan membongkar semua parsel yang terindikasi berisi makanan kedaluwarsa dan mengandung bahan berbahaya. BPOM berharap paket parcel yang beredar dimasyarakat aman dikonsumsi.

“Kami turun paling lama H-3 perayaan hari besar keagamaan. Untuk titik dan target pelaksanaan pengawasan secara umum di pusat-pusat perbelanjaan,” kata Safriansyah.

Dia menambahkan, masyarakat juga harus teliti dalam membeli panganan dan kebutuhan konsumsi. Itu dapat dilakukan dengan cara melihat kemasan, label, izin edar dan tanggal kadaluwarsa produk.

“Masyarakat harus teliti membeli keperluannya, baik di pusat perbelanjaan moderen maupun tradisonal,” tandasnya.


Editor : M Yusuf Bj

Tags: 
Kirim Komentar Anda
Budayakan beri komentar terkait artikel yang ditayangkan. Komentar adalah tanggapan pribadi sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim, tidak mewakili kebijakan redaksi METROSULAWESI dot com. Redaksi berhak mengubah atau menghapus komentar sesuai dengan Pedoman Komunitas.