Monday, 23 July, 2018 - 14:03

BPOM: Susu Kental Manis Bukan Untuk Asupan Gizi

Safriansyah. (Foto: Dok Metrosulawesi)

Palu, Metrosulawesi.com - Terkait informasi susu kental manis bukan susu yang belakangan merebak, Kepala Balai Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Palu Safriansyah mengatakan pihaknya sudah menyampaikan klarifikasi resmi melalui BPOM RI.

“Penjelasan sudah disampaikan Badan POM yang pada intinya produk itu tidak dilarang beredar. Kami di daerah tidak ada tindakan khusus karena susu kental manis aman dikonsumsi,” ujar Safriansyah di Palu, Senin, 9 Juli 2018.

Dengan adanya penjelasan BPOM RI, Safriansyah berharap agar informasi yang sempat merebak tidak menjadi polemik lagi. Dia memastikan pihaknya tidak akan melakukan penarikan produk dimaksud. Itu karena susu kental manis aman dikonsumsi oleh masyarakat.

“Produknya tidak bermasalah, cuma yah paling dikurangi saja tingkat konsumsinya, apalagi yang ada latar belakang diabetes,” tuturnya.

Berdasarkan klarifikasi BPOM RI di laman resminya dijelaskan subkategori susu kental dan analognya termasuk didalamnya susu kental manis merupakan salah satu subkategori dari kategori susu dan hasil olahannya. Subkategori/jenis ini berbeda dengan jenis susu cair dan produk susu, serta jenis  susu bubuk, krim bubuk, dan bubuk analog.

Karakteristik jenis susu kental manis adalah kadar lemak susu tidak kurang dari 8 persen dan kadar protein tidak kurang dari 6,5 persen (untuk plain). Susu kental dan analog lainnya memiliki kadar lemak susu dan protein yang berbeda, namun seluruh produk susu kental dan analognya tidak dapat menggantikan produk susu dari jenis lain sebagai penambah atau pelengkap gizi. Susu kental dapat digunakan untuk toping dan pencampur pada makanan atau minuman seperti roti, kopi, teh, coklat, dan lainnya.

Namun demikian Safriansyah mengatakan susu kental manis tidak dianjurkan sebagai pengganti susu dalam memenuhi kebutuhan asupan nutrisi dan gizi. Itu karena kandungan susu kental manis tidak memenuhi gizi untuk masa pertumbuhan. 

“Tidak boleh diganti susu pertumbuhan (susu bubuk) dengan susu kental manis, apalagi untuk balita,” ucap Safriansyah. 

BPOM kata dia mengajak masyarakat untuk menjadi konsumen cerdas dalam membeli produk pangan. Selalu ingat cek KLIK yaitu cek Kemasan, Label, Izin edar dan Kedaluwarsa sebelum membeli atau mengonsumsi produk pangan. 

“Masyarakat harus memastikan kemasannya dalam kondisi utuh, baca informasi pada label, pastikan memiliki izin edar dari BPOM RI, dan tidak melewati masa kedaluwarsa,” tandas Safriansyah.   

 

Editor: Udin Salim

Tags: