Friday, 21 July, 2017 - 18:47

BPS: Aktivitas Perdagangan Dominasi Usaha di Sulteng

Pedagang Emas Tiruan Import dari Korea di Pasar Inpres Manonda, Palu. (Foto : Dok Metrosulawesi)

Palu, Metrosulawesi.com - Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Sulawesi Tengah mencatat aktivitas perdagangan mendominasi jumlah pertumbuhan usaha dari hasil Sensus Ekonomi (SE) tahun 2016 sebanyak 145.199 usaha atau sebesar 42,25 persen.

"Ada tiga aktivitas ekonomi terbesar di Sulteng dengan total market share sebesar 82,02 persen," ujar Kepala BPS Sulteng Faizal saat dihubungi dari Palu, Rabu 28 Juni 2017.

Dua aktivitas ekonomi lainnya, kata Faizal, yakni industri pengolahan sebanyak 92.377 usaha atau sebesar 26,88 persen serta penyediaan akomodasi dan makan minum sebanyak 44.333 usaha atau sebesar 12,90 persen.

Terkait dengan potret usaha perdagangan, kata Faizal, jika dilihat menurut tempat usaha, sebanyak 97.300 usaha selain pada bangunan khusus tempat usaha, dan 47.899 usaha pada bangunan khusus tempat usaha.

Kemudian 144.137 usaha merupakan usaha mikro kecil (UMK) dengan 222.355 tenaga kerja dan 1.062 usaha merupakan usaha menengah besar (UMB) dengan 14.148 tenaga kerja.

"Untuk UMB rata-rata tenaga kerja sebanyak 13 orang," ujar Faizal.

BPS Sulteng mencatat pertumbuhan usaha dari SE 2016 sebanyak 343.705 usaha atau tertinggi dari 34 provinsi se-Indonesia. Dari total usaha itu, di luar pertanian atau naik sebesar 77,51 persen dari SE 2006 sebanyak 193.626 usaha.

Sedangkan untuk Sensus Pertanian 2013 lalu mencatat sebanyak 402.062 usaha atau naik 1,36 persen dibandingkan dengan Sensus Pertanian 2003 yang mencatat sebanyak 396.682 usaha.

Jika hasil dua sensus itu digabungkan, maka ditemukan perkiraan pelaku usaha di Sulteng, yakni jumlah total sebanyak 745.767 usaha terbagi dalam 742.463 usaha rumah tangga (URT) atau usaha mikro kecil (UMK) dan 3.304 usaha menengah besar (UMB) atau usaha lainnya. (ant)

Kirim Komentar Anda
Budayakan beri komentar terkait artikel yang ditayangkan. Komentar adalah tanggapan pribadi sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim, tidak mewakili kebijakan redaksi METROSULAWESI dot com. Redaksi berhak mengubah atau menghapus komentar sesuai dengan Pedoman Komunitas.