Saturday, 23 June, 2018 - 00:28

BPST Genjot Infrastruktur Pendukung KEK Palu

ILUSTRASI - KEK Palu. (Foto: Special Ekonomi Zone)

Palu, Metrosulawesi.com - PT Bangun Palu Sulawesi Tengah (BPST) selaku pengelola Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Palu terus menggenjot pembangunan infrastruktur pendukung untuk memenuhi kebutuhan perusahaan industri yang siap beroperasi.

Direktur Utama PT BPST Andi Mulhanan Tombolotutu mengatakan, ada sekitar 40 lebih perusahaan calon penyewa di KEK Palu. Dari jumlah tersebut, administrator KEK Palu telah mengeluarkan izin untuk 26 perusahaan. Sementara sudah ada 11 perusahaan melalui proses pembebasan lahan, dan tiga diantaranya sudah dalam tahap konstruksi, satu diantaranya bahkan telah berproduksi, yakni PT Hongtai.

“Alhamdulillah calon-calon tenant itu sudah banyak,” ujar Mulahanan kepada Metrosulawesi, Senin 19 Februari 2018.

Salah satu perusahaan yang siap beroperasi dan dalam tahap konstruksi adalah PT Hongtai Internasional asal Tiongkok. Dalam waktu dekat dipastikan akan ada lagi perusahaan industri siap beroperasi, yang saat ini dalam tahap konstruksi.

“Yang sudah berproduksi PT Hongtai Internasional di bidang kimia dasar proses getah pinus yang setengah jadinya diekspor. Mereka rencana pada pertengahan tahun ini akan mengembangkan industrinya untuk hilir, jadi sampai dengan barang jadi,” ungkap Mulhanan.

Hongtai beroperasi akhir tahun lalu. Sementara pertengahan tahun ini hampir bisa dipastikan akan ada lagi perusahaan yang mulai berproduksi.

“Kalau nanti ini Asbuton (Aspal Beton) itu yang diproduk dari sak-sak itu dia mulai mungkin nanti pertengahan tahun. Terus yang PT Sofi Agro untuk kelapa terpadu itu sementara konstruksi sekarang ini, dan Insha Allah dalam beberapa bulan kedepan industri karet dan perikanan itu juga sudah mulai membangun,” katanya.

Untuk percepatan kesiapan agar industri di KEK Palu lebih cepat, badan pengelola saat ini juga tengah melakukan proses sertifikasi lahan atas penyerahan lahan-lahan pemerintah daerah Kota Palu yang sudah dibebaskan dan diikutkan sebagai penyertaan modal kepada badan pengelola BPST.

“Itu lagi proses sertifikasi,” katanya.

Untuk kebutuhan pasokan listrik di KEK Palu, Mulhanan juga memastikan PLN akan membangun gardu induknya beserta transmisi di dalam kawasan. Kemudian dari sumber daya air akan dibangun waduk untuk kebutuhan air di kawasan, masyarakat dan pelabuhan.

Selain itu, PT BPST juga berencana akan membangun jembatan layang di kawan industri KEK Palu sebagai infrastruktur pendukung perusahaan industri di sana, juga agar aktifitas industri tidak mengganggu lalu lintas jalan raya di seputaran KEK Palu.

“Rencana akan dibangun fly over di Pantoloan untuk memudahkan aktifitas dari KEK ke pelabuhan. Itu mungkin tahun depan segera dibangun. Tahun ini masih proses pembebasan lahan,” jelasnya.

Kemudian pihak PT BPST juga baru akan membangun pengolahan limbah pada pertengahan tahun ini, mengingat yang berencana akan berproduksi dalam waktu dekat masih tiga perusahaan industri.

“Kemudian ada tambahan-tambahan untuk energi, itu BPST sudah MoU dengan Pertamina untuk penyediaan gas industri, kemudian MoU dengan PLN untuk kesiapan energi, dan Pelindo kerja sama di bidang pengembangan pelabuhan, sampai sejauh itu kita punya progres sampai dengan awal tahun ini, mudah-mudahan  pertengahan tahun bisa lebih meningkat lagi,” harapnya.

Untuk kebutuhan listrik di KEK Palu, sampai dengan awal tahun ini PLN masih bisa memasok sampai dengan 20 Megawatt, dan yang terpakai belum sampai dengan 10 megawatt, masih ada surplus untuk alokasi di sana sekitar 10 hingga 15 megawatt.

Mulhanan juga memastikan tidak ada kendala berarti dalam pengembangan KEK Palu.

“Sebenarnya kalau kendala yang berat itu tidak ada, tapi kita harus mempersiapkan anggaran untuk infrastruktur, karena kita sebagai badan pengelola.

Karenanya, anggaran untuk infrastruktur dan proses pembebasan lahan itu menjadi tanggung jawab dari para pengelola maka kita mengambil satu skema namanya KPBU (Kerjasama Pemerintah-Badan Usaha), itu skemanya lagi dikemas oleh beberapa konsultan,” kata dia.

PT BPST sudah meluncurkan satu institusi untuk memback up kerja sama pemerintah dengan badan usaha (KPBU) itu, namanya KPIC  (KEK Palu Investment Center). Anggaran-anggaran dari sana diharapkan bisa membiayai pengembangan KEK Palu.

Tags: