Friday, 20 April, 2018 - 03:41

Bulog Poso Buka Gerai Rumah Pangan Kita

Kepala Dolog Sub drive Poso, Jusri Pake SE. (Foto : Wawan/ Metrosulawesi)

Poso, Metrosulawesi.com - Dalam upaya menstabilkan harga gula dan beras, Bulog Poso akhirnya membangun penyaluran  gula dan beras  melalui jaringan yang disebut dengan gerai “Rumah Pangan Kita”. “Rumah Pangan Kita” ini ditargetkan akan didirikan di semua desa yang tersebar di Kabupaten Poso.

Kepala Dolog Sub drive Poso, Jusri Pake, mengatakan, Rumah Pangan adalah berupa pemanfaatan  kios, Toko, koperasi atau perusahaan swasta yang ada di tiap kecamatan atau kelurahan dan desa yang akan menjual gula pasir dan beras dengan harga standar.

“Rumah  Pangan Kita ini, akan menyediakan berbagai kebutuhan, seperti gula pasir dan beras dengan harga relative murah atau sesuai harga yang berlaku di Bulog,” kata Jusri Pake kepada Metrosulawesi, Senin 5 September 2016.

Pemberian harga dari Bulog untuk dijual di kios rumah pangan kita, yakni Gula Pasir senilai Rp 13 ribu/kg, sementara beras dengan harga Rp9 ribu/kg. Dari Bulog sendiri akan memberikan harga dengan dua versi, jika pedagang langsung mengambil gula pasir di gudang bulog, harganya Rp. 12,200/kg dan jika Bulog sendiri yang langsung mengantar ke pedagang rumah pangan kita seharga Rp12,500/kg. Sementara untuk beras jika pedagang langsung mengambil di gudang bulog seharga Rp8,200/kg, jika Bulog sendiri yang mengantar langsung di pedagang rumah pangan senilai Rp8,500/kg.

“Harga yang telah ditetapkan oleh Bulog seperti gula pasir Rp13 ribu/kg, dan beras Rp9 ribu/kg, tidak boleh dinaikan oleh pedagang yang telah bekerja sama dengan rumah pangan kita, kecuali boleh mereka menurunkan harga dari yang ditetapkan Bulog,” ungkapnya.

Menurutnya, harga gula pasir yang ditetapkan Bulog, akan berangsur turun dari Rp13 ribu/kg kepada pedagang yang telah menjadi rumah pangan kita. Adapun persyaratan untuk masuk menjadi rumah pangan kita, yakni, untuk Kios, menyerahkan, KTP, SIM, KK dan keterangan usaha dari pemerintah setempat, sementara untuk Toko, menyiapakan Ijin Usaha, dan KTP, dan untuk persyaratan Koperasi dan Perusahaan Swasta menyiapkan  SIUP, NPWP dan kegiatan usaha itu masih tergolong aktif. Setelah persyaratan lengkap, Bulog akan melakukan survei kelayakan.

“Jika semua persyaratan tadi telah lengkap, kami akan melakukan survei kelayakan kepada pemohon rumah pangan kita,” jelas Jusri.

Jusri menambahkan, program rumah pangan kita tersebut, merupakan terobosan untuk menstabilkan harga. Seperti gula pasir, harganya sudah melonjak terlalu tinggi. Jika rumah pangan ini telah berdiri di semua desa, secara otomatis harga Beras dan Gula Pasir akan berangsur turun. Yang jelas kata Jusri, tahap awal ditergetkan rumah pangan kita akan mencapai 50 persen dari ratusan desa di Kabupaten Poso.


Editor : Udin Salim