Sunday, 25 June, 2017 - 20:21

Bulog Sulteng Target 200 Ton Stok Gabah

Kepala Divre Bulog Sulawesi Tengah Supriyanto (paling kanan) saat menunjukkan stok beras di gudang Bulog kepada Dirjen PKTN Kemeterian Perindustrian dan Perdagangan dalam satu kesempatan. (Foto : Tahmil Burhanudin/ Metrosulawesi)

Palu, Metrosulawesi.com - Badan Urusan Logistik (Bulog) Divisi Regional (Divre) Sulawesi Tengah menargetkan 200 ton gabah petani ditampung oleh Bulog tahu ini. Hingga saat ini Bulog sudah memiliki 50 ton gabah dari petani.

Menurut Kepala Bulog Divre Sulawesi Tengah Supriyanto, selama lima tahun terakhir Bulog Sulawesi Tengah belum pernah melakukan pembelian gabah petani. Penyebabnya, karena sulitnya pihak Bulog untuk melakukan pembelian langsung ke petani dikarenakan harus bersaing dengan para pedagang atau tengkulak.

Namun, tahun ini pihaknya optimis mampu membeli gabah langsung dari petani, hal ini dibuktikan dengan sudah adanya gabah sebanyak 50 ton yang dibeli langsung dari petani di Sulawesi Tengah.

“Kita sudah punya 50 ton saat ini, itu kita dapat dari petani di Toribulu (Kecamatan Toribulu, Parigi Moutong, Sulawesi Tengah),” ujar Kepala Bulog saat ditemui di kantornya baru-baru ini.

Ia mengaku kendala di lapangan memang harus bersaing dengan para pedagang, namun ia optimis mampu mencapi 200 ton gabah petani yang akan dibeli oleh Bulog dari petani pada setiap musim panen hingga akhir tahun nanti.

“Jadi, selain membeli beras kita juga siapkan dana untuk membeli gabah, kita target bisa 200 ton gabah tahun ini,” kata dia.

Selain itu, pihaknya juga menargetkan mampu membeli 20 ton jagung petani di Sulawesi Tengah. Produksi jagung dan gabah di Sulawesi Tengah sendiri selama ini cukup untuk memenuhi kebutuhan konsumsi masyarakat.

“Kalau beras dan jagung kita itu cukup, kita tidak pernah impor bahkan kita yang kirim ke luar  daerah. Yang impor itu kedelai, memang produksi kedelai kita masih sangat minim dan kualitas kedelai kita juga kalag bagus dari kedelai luar negeri,” ujar Supriyanto.

Menjelang Ramadan, stok beras di Sulawesi Tengah juga aman, bahkan cukup hingga beberapa bulan kedepan.

Kirim Komentar Anda
Budayakan beri komentar terkait artikel yang ditayangkan. Komentar adalah tanggapan pribadi sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim, tidak mewakili kebijakan redaksi METROSULAWESI dot com. Redaksi berhak mengubah atau menghapus komentar sesuai dengan Pedoman Komunitas.