Friday, 31 March, 2017 - 00:48

Bupati Donggala Lantik Pejabat di Tempat Tak Biasa

TAK BIASA - Bupati Donggala Kasman Lassa saat melantik di atas kapal nelayan di TPI Donggala, Rabu 28 Desember 2016. Pelantikan juga dilakukan di TPA Sampah Kelurahan Kabonga, Kecamatan Banawa. (Foto : Tahmil Burhanudin/ Metrosulawesi)

Donggala, Metrosulawesi.com - Bupati Donggala, Kasman Lassa, melantik sejumlah pejabat di tempat yang tak biasa, Rabu 28 Desember. Pelantikan dilangsungkan di dua tempat, yakni di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) sampah dan di atas kapal.

Pelantikan pertama dilakukan di tengah guyuran hujan. Bupati Kasman Lassa melantik dan mengukuhkan pejabat tinggi pratama eselon II, III, dan IV di lingkungan pemerintahan Kabupaten Donggala pada Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Donggala di TPA sampah di kelurahan Kabonga, Kecamatan Banawa, Rabu 28 Desember 2016.

Sepanjang kepemimpinan Bupati Kasman, baru kali pelantikan dilakukan di tempat terbuka. Apalagi di tengah-tengah tumpukan sampah. Dalam sambutannya Bupati mengatakan, tujuan dari pelantikan di tengah-tengah tumpukan sampah  untuk lebih mendekatkan diri pada pelayanan yang berkaitan dengan penanganan kebersihan kota Donggala, agar dinas LH lebih fokus lagi untuk mengurus kebersihan.

“Dinas ini memang dibentuk dan diperuntukkan untuk kebersihan. Nantinya akan didukung oleh komponen masyarakat yang akan dipersiapkan sekitar 400 orang, yang bertugas setiap hari menangani masalah sampah di kecamatan Banawa lima desa dan sembilan kelurahan, agar kelurahan dan desa yang berada di ibukota kabupaten Donggala benar menunjukkan sikap peduli terhadap kebersihan yang diharapkan oleh masyrakat,” jelas Bupati.

Selain itu, Bupati juga memberikan pesan khusus kepada Muzakir sebagai kepala Dinas Lingkungan Hidup bersama jajarannya untuk menerapkan manajemen penanganan sampah lebih baik lagi. Mulai dari pengangkutan, pembuangan pengelolahan dan kesehjahteraan petugas kebersihan.

”Mulai hari ini manajemen penanganan sampah diperbaiki. Terutama sampah pada rumah tangga, seperti plastik tidak bertebaran lagi di sekitar kita. Bagaimana menciptakan sampah yang berguna dan bermanfaat untuk masyarakat,” harap Bupati.

Bupati berpesan dan mengajak masyarakat bersama-sama membersihkan lingkungan sekaligus membuang sampah pada tempatnya.

“Kepada seluruh petugas dapat bekerja dengan sebaik-baiknya, mari kita memulai,” kata Bupati. 

Pada kesempatan itu pula Anggota DPRD Kabupaten Donggala Mahmud P Tahawi, yang hadir turut memberikan sambutan bahwa apa yang dilakukan Bupati Kasman mempunyai makna dan arti yang sangat serius  bagi Pemerintahan Kabupaten Donggala menyikapi kebersihan di ibukota Donggala.

“Ini merupakan agenda baru untuk mengingatkan kita semua betapa pentingnya kebersihan itu, maka seharusnya kita memberikan dukungan penuh kepada Bupati Kasman dalam membangun Kabupaten Donggala, khususnya pada kebersihan. Mengingat bupati akan mencanangkan kota wisata, apresiasi dan dukungan, kalau kita semua bekerjasama. Saya yakin apa yang menjadi cita-cita bupati pasti akan terwujud dalam waktu yang tidak terlalu lama. Apalagi semangat yang dilakukan pelantikan di tengah tumpukan sampah dan derasnya hujan ini. Namun semangat tersebut tidak luntur, tidak sedikitpun mengeluh dalam rangka membangun bersama pemerintah, bukan hanya saat ini tapi akan datang,” kata Mahmud.

Pelantikan kedua adalah pelantikan Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Alwi Asegaf bersama sejumlah pejabat eselon. Mereka dilantik di atas kapal nelayan Tempat Pendaratan Ikan (TPI). Seluruh pejabat Dinas Perikanan dan Kelautan yang dilantik mengenakan baju pelampung dan disaksikan ratusan nelayan dan warga sekitar.

Pada kesempatan itu, Bupati Kasman juga menyerahkan sebanyak 2.700 kartu nelayan berikut asuransi untuk nelayan.

Bupati Kasman mengajak jajarannya untuk memberikan perhatian kepada nelayan.

“Selama ini mereka melaut untuk menghidupi keluarga dengan penuh resiko. Bahkan ada nelayan yang tidak pernah kembali karena tenggelam bersama kapal. Melalui asuransi, para nelayan bisa mendapatkan jaminan,” kata Kasman.

Program asuransi bagi nelayan itu yang dijalankan Pemkab Donggala, adalah hasil kerjasama dengan Asuransi Jasindo. Setiap nelayan pemegang premi diberikan jaminan dan santunan berupa Rp200 juta bagi nelayan yang meninggal dunia, Rp100 juta cacat permanen dan Rp20 juta bagi nelayan yang mengalami kecelakaan ringan.

Bupati Kasman berharap dengan pemberian jaminan asuransi, nelayan dan keluarga tidak lagi khawatir.


Editor : Udin Salim

Kirim Komentar Anda
Budayakan beri komentar terkait artikel yang ditayangkan. Komentar adalah tanggapan pribadi sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim, tidak mewakili kebijakan redaksi METROSULAWESI dot com. Redaksi berhak mengubah atau menghapus komentar sesuai dengan Pedoman Komunitas.