Sunday, 17 December, 2017 - 14:12

Bupati Morut Diminta Atasi Masalah Warga dan PT CAN

ADM dan CDO PT CAN. (Foto : Alekson W/ Metrosulawesi)

Kolonodale, Metrosulawesi.com - Sekitar 200 warga desa Ronta Kecamatan Lembo Raya Kabupaten Morowali Utara yang terdaftar sebagai petani plasma di areal perkebunan kelapa sawit milik PT Cipta Agro Nusantara (CAN)  berdemo di perusahaan tersebut. Mereka meminta perusahaan segera menghentikan semua kegiatan yang ada kaitannya dengan areal Desa Ronta.

Korlap pendemo Yanto Kasim dan Sion Panggiki yang ditemui Metro Sulawesi mengungkapkan, aksi kesekian kalinya ini terus terjadi karena pihak PT. CAN telah mengabaikan beberapa poin tuntutan petani plasma.

Dia menyebutkan tidak adanya transparansi dalam hal ini pembayaran hasil kebun yang sering bervariasi. Selain itu, rekapitulasi hasil kebun plasma sejak tahun 2014, bunga bank/kredit yang tidak pernah jelas, utang petani plasma yang tidak berkurang tetapi justru bertambah terus tiap tahun. Petani juga meminta meninjau kembali MoU yang tidak pernah disosialisasikan oleh pihak koperasi kepada petani plasma.

Akibat tuntutan petani plasma desa Ronta tak dapat tanggapan yang memuaskan oleh ADM PT. CAN yang menerima para pendemo melalui beberpa perwakilan, maka Selasa 31 Oktober 2017 perwakilan yang dipimpin Yanto Kasim ini hendak menemui Bupati Morut Ir Aptripel Tumimomor MT yang diharapkan melalui pemerintah daerah akan segera menyelesaikan yang sudah kesekian kalinya diadakan negosiasi dengan PT.CAN.

“Apabila pihak perusahaan PT CAN tetap mengabaikan  tuntutan kami, pihak petani plasma akan menurunkan TBS areal Desa Ronta yang melewati wilayah Desa Ronta dimana hampir sebagian areal PT CAN adalah kawasan hutan produksi dan APL Desa Ronta yang sudah lebih dari cukup untuk menghidupi masyarakat, Hak Guna Usaha (HGU) hingga hari ini, kapan ada dan berakhirnya tidak pernah ada kejelasan,” ungkap Yanti Kasim dalam orasi tuntutan petani plasma.


Editor : Syamsu Rizal

Kirim Komentar Anda
Budayakan beri komentar terkait artikel yang ditayangkan. Komentar adalah tanggapan pribadi sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim, tidak mewakili kebijakan redaksi METROSULAWESI dot com. Redaksi berhak mengubah atau menghapus komentar sesuai dengan Pedoman Komunitas.