Tuesday, 19 June, 2018 - 09:07

Bupati Sigi Bantu Keluarga Korban 1965/1966

Sigi, Metrosulawesi.com – Bupati Sigi, Mohammad Irwan Lapatta Ssos MSi, berjanji memberikan bantuan terhadap korban pelanggaran Hak Asasi Manusia (HAM) peristiwa 1965/1966 di Sigi.

Bantuan Bupati Sigi ini disampaikan saat melakukan pertemuan dengan korban pelanggaran HAM di Sigi, yang difasilitasi oleh Sekretaris Jenderal Solidaritas Korban Pelanggaran HAM (SKP-HAM), Nurlaela Lamasitudju.

Pertemuan itu bertempat di Desa Tulo, Kecamatan Dolo, dihadiri para keluarga korban HAM peristiwa 1965/1966, Sabtu, 7 April 2018.

Sekjend SKP HAM, Nurlaela Lamasitudju, dalam pertemuan itu mengatakan data solidaritas korban penyiksaan HAM di Sulawesi Tengah, mencatat ada sekitar 7.000 lebih orang menjadi korban.

Kata dia, dari peristiwa yang dikenal dengan sebutan Gerakan 30 September 1965 itu tersebar di Kota Palu, Parigi Moutong, Sigi, dan Donggala.

“Makanya perjuangan kami (SKP HAM) tidak hanya mengurusi korban  saja. Melainkan korban-korban lain yang hak asasinya diabaikan. Sehingga kegiatan di Sigi ini bertujuan mengembalikan hak warga Sigi yang telah menjadi korban HAM pada peristiwa 1965/1966 itu,” ungkapnya.

Bupati Sigi, Mohammad Irwan Lappatta, mengatakan menyambut baik dilaksanakannya kegiatan ini. Karena negara harus hadir dalam penyelesaian kasus ini, dimana negara menjamin keamanan warganya.

“Saya selaku bupati Sigi akan menginstruksikan kepada instansi yang terkait dalam hal ini Kesbangpol dan dinas Sosial untuk mendata kembali keluarga yang menjadi korban HAM itu,” terangnya.

Menurutnya, korban HAM dimaksud terutama kepada para pemuda untuk dibuatkan program-program pemberdayaan, berupa pelatihan sehingga mudah mendapatkan pekerjaan. Selain itu, ke depan korban HAM di Sigi dipastikannya akan mendapat berbagai bantuan dari pemerintah daerah.

“Bantuan diberikan berupa bantuan kesehatan, raskin, dan bedah rumah yang menjadi program pemerintah secara bertahap,” pungkasnya.  


Editor: Syamsu Rizal