Sunday, 23 July, 2017 - 06:59

Bupati Sigi Belajar Pengolahan Sampah di Swedia

Mohammad Irwan. (Foto : Dok Metrosulawesi)

Sigi, Metrosulawesi.com - Langkah dan semangat Bupati Sigi, Mohammad Irwan dan Wakilnya Paulina dalam membangun daerahnya tak pernah surut dan lekang oleh waktu. Berbagai upaya dilakukan untuk Sigi yang lebih baik lagi.

Setelah menorehkan penghargaan Pangripta terbaik pertama di Sulteng dan terbaik ke III se Indonesia, Bupati Sigi, Mohammad Irwan kembali mendapat undangan langsung dari pemerintah Swedia.

Kunjungan Bupati Irwan bersama rombongan ke negeri Skandinavia ini adalah untuk mempelajari apa saja keberhasilan di negara itu. Salah satunya adalah pabrik pengolahan sampah di Kota Boras, yang mana sampah bisa dijadikan sebagai sumber energi di Swedia.

Afit Lamakarate selaku juru bicara Bupati Sigi selama berada di sana menyampaikan, Boras adalah salah satu kota pelopor dalam pengolahan sampah di Swedia. Kota yang dulunya pernah menjadi pusat tekstil di Swedia ini dapat mengubah sampah jadi sumber energi.

Pendidikan ini terus berlangsung hingga sekarang. Saat ini hampir seluruh sarana transportasi publik di kota tersebut menggunakan bahan bakar biogas, yang dihasilkan dari pengolahan sampah.

Untuk itu Kabupaten Sigi yang berinteraksi satu kali dua puluh empat jam dengan Kota Palu, sekaligus menjadi pusat ibukota Provinsi Sulawesi Tengah dipastikan akan menjadi pilihan strategis dalam pembuangan sampah kota.

"Semakin sempitnya ruang-ruang pembuangan sampah di Kota Palu sangat memungkinkan terjadinya pengalihan titik pembuangan sampah ke wilayah Sigi," jelasnya.

Berangkat dari pertimbangan-pertimbangan tersebut lanjut Afit, sangatlah rasional bila kini Pemkab Sigi berupaya menerobos jauh ke Boras Swedia untuk mengamati lebih dekat detail-detail konsep pengolahan sampah di negeri Ibrahimovic tersebut.


Editor : Syamsu Rizal

Kirim Komentar Anda
Budayakan beri komentar terkait artikel yang ditayangkan. Komentar adalah tanggapan pribadi sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim, tidak mewakili kebijakan redaksi METROSULAWESI dot com. Redaksi berhak mengubah atau menghapus komentar sesuai dengan Pedoman Komunitas.