Monday, 23 July, 2018 - 06:16

Bupati Sigi Larang Ambil Batu Gajah

Mohammad Irwan Lapatta. (Foto: Dok Metrosulawesi)

Sigi, Metrosulawesi.com - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sigi, telah mengeluarkan Surat Edaran (SE) terkait pengambilan batu gajah di wilayah Sigi, yang saat ini marak dilakukan pengambilan oleh pihak pengusaha (investor) untuk kegiatannya.

Hal tersebut disampaikan Bupati Sigi, Mohamad Irwan Lapatta, di sela kegiatannya di Kantor Bupati Sigi di Desa Bora, belum lama ini.

Bupati Sigi mengatakan, pengambilan batu gajah dinilai memiliki dampak buruk pada wilayah Sigi, dan cenderung mengalami kerusakan alam. Sebab bila terjadi bencana itu pasti mengganggu kehidupan masyarakat, apakah pengusaha tersebut bertanggung jawab atas kejadian ini.

“Tentu saja mereka tidak akan bertanggung jawab, dan pengusaha hanya mengambil keuntungan. Setelah selesai mereka pergi, dan tidak ingin tahun dampak yang akan terjadi lagi,” ungkapnya.

Dia menambahkan, sejak dipercaya masyarakat sebagai memimpin daerah ini, maka ia berkomitmen mengakomodir persoalan kerakyatan untuk terus di dorong agar masyarakat hidup dengan baik.

Walaupun pelarangan tersebut, kata Bupati Sigi, banyak yang menentang karena dianggap tidak mendukung dalam berinvestasi, dan tidak ada ruang yang diberikan yang hanya ingin merusak lingkungan apalagi memiliki dampak buruk pada masyarakat.

“Mereka menentang karena tidak diberikan ruang, yang terpenting dalam hal ini kita tidak pernah diberi maupun  menerima apapun dalam ha ini,” tegasnya.

Dia berharap, masyarakat Cuma fokus mengelola lahan pertanian dan perkebunan saja dengan baik. Dengan adanya program inovasi Sigi Hijau, maka Pemkab mendorong program ini dalam bentuk peraturan daerah (Perda).
 
“Sehingga nanti akan mengatur terkait dengan penataan lingkungan, kawsan pertanian, dan penataan persampahan di wilayah Sigi,” pungkasnya.


Editor: Syamsu Rizal