Friday, 21 September, 2018 - 10:01

Bupati Tolitoli dan Wakilnya Adu Mulut dan Saling Tunjuk Tangan

Tolitoli, Metrosulawesi- Prosesi pelantikan 100 lebih kepala SD dan pejabat eselon IV di Tolitoli diwarnai adu mulut antara Bupati Saleh Bantilan dan Wakilnya Abdul Rahman H Budding. Tak tanggung-tanggung, kedua pemimpin yang mestinya memberi tauladan itu, nyaris saja adu jotos jika tidak dihalangi undangan yang hadir.

Keributan antara Bupati dan wakilnya itu terjadi ketika Bupati Ale Bantilan sedang menyampaikan sambutan. Saat itu pelantikan baru saja dilakukan. Sementara sang wakil Bupati, Abdul Rahman H Buding tiba-tiba masuk melewati bagian belakang bupati yang saat itu sedang menyampaikan sambutan di atas podium.

Setibanya di dekat meja yang berada di depan hadirin, smbil berteriak Wakil Bupati langsung menendang meja itu. Tak pelak, gelas minuman berjatuhan dari atas meja. 

Bupati Ale Bantilan yang saat itu sedang berada di atas podium langsung meminta polisi untuk mengamankan sang wakil. “Polisi tangkap. Angkat dia,” teriak Bupati sambil menunjuk ke arah wakil bupati.

Suasana gedung Wanita Tolitoli mencekam. Bupati Ale Bantilan baru saja memulai sambutannya, langsung menghentikan sambutannya.

 “Saya minta  pelantikan. Mengapa saya selaku wakil bupati tidak diberitahu kalau ada pelantikan,” protes wakil bupati. 

Suasana pelantikan yang awalnya berjalan lancar, sontak menjadi kacau balau. Antara Bupati dan wakilnya terus perang mulut hingga beberapa kali nyaris adu jotos. Untuk beberapa pejabat yang hadir terus menahan keduanya.

Usai pelantikan Bupati Tolitoli langsung menuju ke rumah jabatan. Bupati yang kala itu merasa tersingung atas  sikap Wakilnya pada prosesi pelantikan, membawa persoalan ke proses hukum. Tak lama berselang sejumlah perwira Polres ToliToli di antaranya Kasat Reskrim, Kasat Intel dan Kanit tipikor masuk ke dalam rujab Bupati guna menindak lanjuti laporan dan meminta keterangan Bupati. Bupati dan polisi menggelar pertemuan tertutup.

 Usai melakukan pertemuan antara  Bupati dengan Penyidik Polres kurang lebih satu jam lamanya, penyidik Polres bergegas meninggalkan rujab Bupati. 

Wartawan yang mencoba mewanwancarai bupati tidak berhasil. Dia hanya meminta  Kabag Humas Pemda Tolitoli, Arham Yacub untuk memberikan keterangan.

Kabag Humas Pemda Arham yacub menjelaskan, pelantikan kali ini hanyalah sebatas Fungsional (Kepala Sekolah) kalaupun ada beberapa pejabat struktural yang dilantik, hanya mengisi berdasarkan rekomendasi Keputusan dari ASN dan sudah melalui proses dari baperjakat. Namun hal ini sudah disampaikan kepada Wakil Bupati. "Hal ini mungkin hanya terjadi miskomunikasi antara Bupati dan wakilnya,"jelas Kabag Humas.

Terpisah Wakil Bupati Abdul Rahman Hi Budding ditemui di lokasi wisata di desa Sabang Tende, menjelaskan, dirinya menghargai upaya dari baperjakat. Dan selaku pengawas, Wabup tentunya meminta beberapa pertimbangan berkaitan dengan pelantikan tersebut. “Cuma saya secara tiba-tiba mendapat informasi bahwa hasil dari Baperjakat terjadi perubahan. Padahal kemarin-kemarin sudah disepakati, tidak akan terjadi perubahan. Sehingga hal itulah yang buat saya kecewa, tidak bisa menerimanya kemudian melakukan protes terhadap pelantikan tadi,” kata Wabup. (aco)