Saturday, 22 September, 2018 - 09:27

Cafe dan Warkop Berkembang Pesat

Zainuddin Hak. (Foto: Fikri Alihana/ Metrosulawesi)

Palu, Metrosulawesi.com - Kota Palu sebagai ibu kota provinsi Sulawesi Tengah dari waktu ke waktu terus tumbuh subur usaha warung kopi, sehingga tidak heran bagi penikmat minuman ini semakin banyak terdapat di kota ini.

"Usaha warung kopi di Kota Palu dari waktu ke waktu terus tumbuh sehingga banyak sekali usaha kuliner ini ditemukan di ibu kota Provinsi Sulawesi Tengah. Ini hal yang bagus dan perlu didukung pemerintah karena dengan begitu petani akan semakin bergairah mengembangkan komoditas perkebunan kopi," kata Kepala Bidang Perdagangan Dinas Perindustrian dan Perdagangan Sulteng, Zainuddin Hak di Palu, Jumat (7/9).

Ia mengatakan di Kota Palu saat ini terdapat banyak usaha warung kopi. Meski belum ada data resmi dari pemerintah, namun diperkirakan tidak kurang dari 50 sampai 100 tempat usaha baik usaha dalam sekala besar maupun sekala kecil.

"Hampir di setiap sudut kota terdapat warung kopi dan setiap hari ramai dikunjungi warga. Beberapa tahun sebelumnya, usaha warung kopi hanya bisa dihitung dengan jari. Namun sekarang terus tumbuh dimana-mana," katanya.

Menurut Zainudin usaha tersebut tampaknya cukup menjanjikan sehingga banyak usaha kecil menengah yang membuka bisnis minuman kopi. Di Kota Palu, kata dia, banyak yang suka minum kopi. Selain itu, di Provinsi Sulawesi Tengah ada dua jenis kopi yang terkenal dan banyak orang yang meminatinya, termasuk para wisatawan mancanegara.

"Warung kopi yang ada di Palu selain menggunakan bahan baku kopi dari Toraja juga kopi lokal. Kopi lokal produksi petani di sejumlah daerah di Sulteng tidak kalah nikmatnya dengan kopi lain seperti kopi Toraja dan kopi Lampung," ujarnya.

Dia mengungkapkan, kedua jenis kopi lokal itu adalah kopi produksi petani di Kecamatan Pipikoro dan Kulawi Raya, Kabupaten Sigi dan kopi Dataran Napu di Kabupaten Poso. Dua daerah itu selama ini sangat cocok untuk budidaya tanaman kopi.

"Dua kabupaten di Sulteng tersebut menjadi sentra pengembangan tanaman kopi secara besar-besaran di Provinsi Sulteng.Tidaklah heran, jika Pemkab Sigi dan Poso pada beberapa tahun ini mengembangkan komoditas kopi di masing-masing wilayahnya," ungkapnya.

Diketahui di Kecamatan Pipikoro dan Kulawi Raya Kabupaten Sigi telah ditetapkan sebagai pusat mengembangkan komoditas kopi dan buah-buahan khususnya durian. Selain itu,  khusus di Kecamatan Pipikiro di setiap desa dari 19 desa yang ada menyiapkan sekitar 25 hektare lahan untuk perkebunan tanaman kopi.

Kopi produksi Pipikoro dan Kulawi Raya sudah mulai dikenal dan Pemerintah Kabupaten Sigi beberapa waktu lalu telah membuka gerai kopi Totarima di Bandara Mutiara Sis Aljufri Palu. Selanjutnya, bagi para penggemar kopi bisa menikmati kopi Toramita di Bandar Udara Mutiara. Sedangkan, kopi toratima dijamin tidak akan berpengaruh bagi mereka yang menderita sakit maag karena sudah melalui proses yang cukup bagus.   
 

Editor: Pataruddin