Thursday, 16 August, 2018 - 20:04

Caleg Memenuhi Syarat Bisa Diganti dengan Tiga Syarat

Komisioner KPU Kota Palu saat menyerahkan hasil pemeriksaan berkas pendaftaran caleg partai politik untuk diperbaiki. (Foto: Ist)

Palu, Metrosulawesi.com - Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Palu segera melakukan rapat pleno penetapan Daftar Calon Sementara (DCS) Pemilu 2019. Sebanyak 15 partai politik sudah menuntaskan perbaikan berkasnya.

Sesuai jadwal rapat pleno DCS 8-12 Agustus 2018. Hasil pleno nanti akan diserahkan kepada partai politik masing-masing dan diumumkan ke media massa untuk meminta tanggapan masyarakat atas DCS tersebut.

“Kami masih memverifikasi berkas hasil perbaikan bakal caleg partai politik. Hasilnya akan kami plenokan antara 8-12 Agustus 2018 dan diserahkan kepada partai politik serta diumumkan kepada masyarakat,” ujar Ketua KPU Kota Palu, Agussalim Wahid, Selasa 7 Agustus 2018.

Setelah dilakukan penetapan DCS, maka partai politik tidak bisa lagi mengganti caleg yang sudah memenuhi syarat, kecuali yang tidak memenuhi syarat, partai bisa melakukan penggantian. 

“Caleg yang memenuhi syarat tidak bisa lagi diganti bila sudah ditetapkan dalam DCS, kecuali beberapa hal diantara caleg tersebut meninggal dunia, atau ada tanggapan masyarakat yang secara regulasi mengharuskan caleg tersebut diganti. Sedangkan untuk mengganti caleg perempuan bisa dilakukan sepanjang mempengaruhi 30% keterwakilan perempuan, tetapi kalau tidak mempengaruhi tidak bisa diganti,” ujar Agussalim.

Sementara sejumlah pimpinan partai politik di Kota Palu optimistis calegnya memenuhi syarat semua. Bahkan beberapa partai mendaftarkan caleg perempuan melebihi 30%.

“Kalau PKB saya yakin semua memenuhi syarat. Tidak masalah di PKB, bahkan kami mendaftarkan perempuan melebihi 30%,” ujar Ketua DPD PKB Kota Palu, Alimudin H Alibau, Senin 8 Agustus 2018.

Oleh karena itu, Pemilu 2019 PKB optimistis mampu memenuhi target yang sudah ditetapkan. Karena daftar caleg yang disodorkan merupakan kader-kader terbaik PKB.

Bakal Caleg Bisa Diganti dengan Tiga Syarat

Partai politik peserta pemilu masih bisa mengganti bakal caleg setelah penetapan dan pengumuman daftar calon sementara (DCS). Namun, ada tiga syaratnya.

Komisioner Komisi Pemilihan Umum (KPU) Sulawesi Tengah Sahran Raden menegaskan, parpol bisa mengganti bakal calegnya jika meninggal dunia. Kedua, jika ada bakal caleg perempuan yang mengundurkan diri yang menyebabkan kuota 30 persen keterwakilan perempuan di dapil menjadi tidak terpenuhi.

“Tapi, kalau kuota 30 persen caleg perempuan di dapil terpenuhi, maka tidak bisa diganti lagi,”tegas Sahran Raden ditemui Metrosulawesi di kantornya, Senin 6 Agustus 2018.

Ketiga, penggantian bakal caleg bisa dilakukan jika pada saat pengumuman DCS ada tanggapan dan masukan masyarakat. Misalnya, ada bakal caleg yang berdasarkan masukan masyarakat ternyata mantan napi koruptor, pelaku kekerasan seksual terhadap anak, serta bandar narkoba. 

“Hanya tiga kondisi itu bisa ganti bakal caleg,” katanya.

Sedangkan bakal caleg yang berkas pencalonannya telah lolos verifikasi dan masuk dalam DCS tidak dapat diganti dengan bakal caleg lainnya.

”Tidak ada lagi perbaikan,” kata Sahran Raden.

Sebelumnya, KPU Sulteng telah memberikan kesempatan kepada parpol melakukan perbaikan syarat calon pada 22-31 Juli 2018.

“Sekarang kami melakukan verifikasi syarat calon anggota DPRD Sulteng hasil perbaikan yang dimulai 1 Agustus sampai Selasa 7 Agustus 2018,” katanya.

Setelah itu, KPU Sulteng segera pleno untuk selanjutnya menyusun dan menetapkan daftar calon sementara (DCS) bakal caleg DPRD Sulteng. 

“Penyusunan dan penetapan DCS dijawalkan 8 sampai 12 Agustus. Setelah itu, akan diumumkan pada 12 sampai dengan 14 Agustus. Masukan dan tanggapan masyarakat dijadwalkan 12 sampai 21 Agustus 2018,” kata Sahran Raden. (el/zal)