Monday, 27 March, 2017 - 22:48

Calon Petani Plasma Morut Pertanyakan SKPT

M Bakri. (Foto : Ist)

Kolonodale, Metrosulawesi.com - Ratusan calon petani plasma dari Desa Tompira, Bungintimbe dan Molino, Kecamatan Petasia Timur, Kabupaten Morowali Utara, mempertanyakan Surat Keterangan Pendaftaran Tanah (SKPT) milik mereka yang selama ini dipegang Polres Morowali.

SKPT miliki para petani plasma berada dilokasi perkebunan sawit, yang selama ini menjadi permasalahan petani karena dianggap terjadi tumpang tindih kepemilikan sah tanah warga.

Hal itu terungkap dalam pertemuan antara para petani plasma dan anggota DPRD Morut M. Bakri belum lama ini. Mereka empertanyakan sudah dimana surat-surat SKPT yang di ambil Pemda, melalui tim 9 untuk diserahkan di Polres dalam pembuktian pemilik sah tanah yang dianggap tumpang tindih di desa tersebut.

Para calon petani plasma tersebut memohon pihak Polres untuk segerah mengembalikan surat-surat asli SKPT warga, di tiga desa.

Jika SKPT untuk proses untuk penyidikan lanjut, maka  foto copy SKPT tersebut bisa mereka pegang, sebagai syarat untuk memperoleh dana kompensasi dari PT. Agro Nusa Abadi (ANA).

Sementara itu M. Bakri anggota DPRD Morut kepada Metro Sulawesi mengakui, desakan sejumlah calon petani plasma di tiga desa untuk mempertanyakan SKPT yang diambil Pemda, melalui tim 9 untuk kepentingan pembuktian pemilik sah adanya SKPT tumpang tindih.

Dia menilai, jika surat-surat tanah bentuk SKPT ini terus ditahan Polres, maka pemerintah setempat sama saja dengan mengsengsarakan warganya.

Sedangkan dalam pembagian kompensasi yang diinformasikan 80 % untuk perusahaan, dan 20 % untuk calon petani plasma, ditolak oleh warga. Mereka meminta 60 % untuk perusahaan dan 40 % bagi calon petani plasma.

"Dan hal ini diminta menjadi perhatian khusus pemerintah Morut, sebelum terjadi gesekan antara warga dan perusahaan kelapa sawit tersebut," imbau M. Bakri.


Editor : Subandi Arya

Kirim Komentar Anda
Budayakan beri komentar terkait artikel yang ditayangkan. Komentar adalah tanggapan pribadi sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim, tidak mewakili kebijakan redaksi METROSULAWESI dot com. Redaksi berhak mengubah atau menghapus komentar sesuai dengan Pedoman Komunitas.