Tuesday, 17 January, 2017 - 06:02

Camat Tawaeli: Pembebasan Lahan KEK Butuh Proses

Masterplan KEK Palu. (Foto : Moh Rizal/ Metrosulawesi)

Palu, Metrosulawesi.com - Banyaknya lahan bermasalah pada Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Palu membuat pembangunan di wilayah industri ini jalan di tempat. Dari 1.500 hektar lahan yang dibutuhkan untuk KEK Palu, baru 71 hektar yang terpenuhi.

“Dari 71 hektar tersebut sudah termasuk pembangunan jalan dan gedung-gedung lainnya. Proyek pembangunan KEK Palu yang membutuhkan lahan seluas 1.500 hektar, namun baru sekitar 71 hektar yang sudah dibebaskan, karena masih masyarakat yang mengklaim lahan-lahan tersebut. Jadi belum mencapai setengah dari luas lahan yang di butuhkan,” kata Camat Tawaeli Zukifli di Palu,  Rabu, 26 Oktober 2016.

Zulkifli mengatakan pihaknnya terus berupaya memberikan sosialisasi kepada masyarakat terkait pentingnya membangun KEK Palu.

“Kami sudah sering sosialisasi kepada masyarakat mengatakan bahwa pembanguna kawasan tersebut tidak akan merugikan masyarakat. Pembebasan lahan tersebut tidak mudah di lakukan. Pembebasan lahan kawasan ini membutuhkan waktu dan proses yang cukup lama tidak hanya ditempuh dalam jangka waktu yang cukup pendek,” kata dia.

Maka dari itu, dirinya berharap kepada masyarakat untuk bisa memberikan lahanya tersebut untuk pembangunan tersebut. 

“Inikan program pemerintah. Percayalah, tidak ada program pemerintah yang menyengsarakan masyarakat, soal ganti rugi, pasti pemerintah akan ganti rugi, namun kan itu butuh proses,” ungkapnya.

Sebelumnya diberitakan, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulteng, mengusulkan penyertaan modal di APBD 2017 sebesar Rp.37, 5 miliyar untuk PT. Bangun Palu Sulteng, selaku pengelola KEK (Kawasan Ekonomi Khusus) Palu. Penyertaan modal tersebut saat ini masih dalam pembahasan tingkat pansus DPRD Sulteng.

Direktur utama PT. Bangunan Palu Sulteng/Badan pengelolaan KEK Palu, Mulhanan Tombolotutu mengatakan, alokasi penyertaan modal sebesar RP.37, 5 miliyar itu nantinya akan digunakan untuk pembebasan lahan.

“Saat ini lahan KEK yang baru berhasil di bebaskan sekitar 20 persen dari luas 1.500 hektar ,” katanya beberapa waktu lalu.

Mulhanan mengatakan pembebasan lahan perlu dilakukan segera agar menjadi aset.

“Dari 1.500 hektar yang ada, hanya berkisar 900 hektar yang bisa di gunakan. Sekitar 30 persen akan di gunakan untuk pembangunan jalan, kawasan hijau, dan lain sebagainya,” katanya.


Editor : M Yusuf BJ

Tags: 
Kirim Komentar Anda
Budayakan beri komentar terkait artikel yang ditayangkan. Komentar adalah tanggapan pribadi sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim, tidak mewakili kebijakan redaksi METROSULAWESI dot com. Redaksi berhak mengubah atau menghapus komentar sesuai dengan Pedoman Komunitas.

Bintang Delapan