Sunday, 22 October, 2017 - 12:37

Cardinal, Ikan Mendunia yang Hidup di Perairan Bangkep

Jenis Ikan Cardinal Fish. (Foto : Ist)

Bangkep, Metrosulawesi.com - Cardinal, nama salah satu jenis ikan hias berkelas dunia ternyata hanya di temukan di perairan Banggai Kepulauan (Bangkep). Menemuan ikan hias itu pertamakali ditemukan oleh para ilmuwan Amerika, Australia dan Indonesia melalui penelitian yang cukup panjang.

Keunikan ikan Cardinal, selain memiliki warna yang khas, ia memiliki cara berkembang biak yang berbeda dengan ikan yang lainnya, ia menyimpan telurnya di mulut sampai menetas.

Bentuknya yang indah dan menarik sehingga bernilai ekonomi yang tinggi, ukurannya mulai dari 10-15 cm. Dulunya masyarakat Bangkep menganggap ikan tersebut  tidak ada harganya, jika ditemukan terjaring oleh penangkap ikan nelayan, ikan ini hanya dibuang begitu saja.

Cardinal Fish Banggai awalnya di kenal di eropa ketika seorang controleur Belanda yang bertugas di Banggai pada tahun1920 kembali ke negara asalnya dengan membawa sepasang ikan unik tersebut untuk di pelihara dalam aquarium dan di beri nama Kardinal Fish Banggai. Informasi mengenai kehidupan ikan langka di habitat aslinya itu kemudian berkembang luas ke mencanegara.

Dengan dikenalnya ikan ini keseluruh dunia, membuat sejumlah ilmuan dari berbagai negara tertarik untuk meneliti jenis ikan ini, mereka ingin mengetahui seperti apa pola hidup, keunikan cara berkembang biaknya serta jumlah populasi yang masih hidup.

Mulai saat ini, daerah Bangkep menjadi sasaran empuk peneliti biologi mancanegara. Hal ini harus dipandang sebagai potensi wisata bahari maupun biologi oleh Pemerintah Daerah Bangkep, karna di Bangkep tidak hanya ikan Cardinal Fish saja tapi terdapat jenis burung gagak Banggai yang juga termasuk dalam daftar hewan langka di dunia yang di lindungi dan sangat memprihatinkan populasinya.


Editor : Subandi Arya

Tags: 
Kirim Komentar Anda
Budayakan beri komentar terkait artikel yang ditayangkan. Komentar adalah tanggapan pribadi sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim, tidak mewakili kebijakan redaksi METROSULAWESI dot com. Redaksi berhak mengubah atau menghapus komentar sesuai dengan Pedoman Komunitas.