Tuesday, 17 January, 2017 - 06:12

Cegah Perpecahan di Tubuh Elit dan Masyarakat, Warga Morut Bentuk Forum Bersama

Elemen masyarakat Morut yang resmi membentuk forum bersama. (Foto : Alekson W/ Metrosulawesi)

Kolonodale, Metrosulawesi.com - Beberapa tokoh lintas etnis dari seluruh elemen masyarakat Kabupaten Morowali Utara, baru-baru ini membentuk Forum Komunikasi Masyarakat Morowali Utara, dalam pertemuan di Warkop Di & Gi Jompi.

Di sela-sela peremuan tersebut, tokoh masyarakat Toraja yang juga mantan wartawan terbitan media Makassar Ujung Pandang, Pither Bandaso mengatakan, sangat perlu membentuk forum masyarakat, sebagai wadah dalam mencari solusi terhadap setiap permasalahan yang timbul ditengah-tengah masyarakat Morut saat ini.

Karena itu, forum ini perlu menyikapi fenomena situasi dan kondisi akhir-akhir ini di Kabupaten Morut, mulai muncul riak-riak yang berpotensi menjadi perpecahan.

"Ini perlu dicermati dan dicarikan solusinya, supaya kita dari elemen masyarakat bisa duduk satu meja bersama Bupati, Wakil Bupati, Sekda dan Ketua DPRD untuk berdialog dengan mengedepankan masyarakat Kabupaten Morowali Utara," ujar Pither Bandaso dengan nada
berharap.

Sementara itu, Yusril Ibrahim, Arman Marunduh, Atha Mahmud dan tokoh lainnya dalam pertemuan tokoh lintas etnis tersebut menegaskan, forum yang dibentuk ini segerah membuat langkah-langkah silahturahmi dengan pemerintah daerah. Dimana untuk menyikapi permasalahan penataan kota Kolonodale sebagai ibu kota Morut belum nampak, hubungan Bupati dan wakilnya, hubungan bupati dan Sekda serta hubungan bupati dan Ketua DPRD Morut.

"Selain itu, pembangunan daerah banyak yang tidak menyatu dengan program RPJMD daerah. Sehingga pemerintahan yang tidak singkron membuatkerugian bagi masyarakat itu sendiri perlu secepatnya untuk mencari solusinya," tegas Yusril Ibrahim dengan nada prihatin.


Editor : Subandi Arya

Kirim Komentar Anda
Budayakan beri komentar terkait artikel yang ditayangkan. Komentar adalah tanggapan pribadi sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim, tidak mewakili kebijakan redaksi METROSULAWESI dot com. Redaksi berhak mengubah atau menghapus komentar sesuai dengan Pedoman Komunitas.

Bintang Delapan