Sunday, 22 July, 2018 - 22:37

CJH Wajib Punya BPJS Kesehatan

Abdul Haris. (Foto: Moh Fadel/ Metrosulawesi)

Palu, Metrosulawesi.com - Kepala Seksi Sistem Informasi Haji, Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Sulawesi Tengah Abdul Haris mengungkapkan tahun ini diinstruksikan oleh pemerintah pusat agar calon jamaah haji (CJH) harus memiliki kartu BPJS Kesehatan. 

“Karena sebagian besar pengobatan jamaah haji tidak dapat ditangani melalui penerima bantuan iuran PBI yang dibiayai oleh negera. Oleh sebab itu, CJH wajib  memiliki kartu BPJS Kesehatan,” ujar Haris di ruang kerjanya, Selasa, 27 Maret 2018. 

Haris mengatakan CJH Sulteng yang ditetapkan Kemenag berangkat tahun ini sebanyak 1.986 orang, yang terdiri dari lunas tunda tahun lalu dan sudah masuk porsinya pada tahun ini.

“Pelunasan biaya penyelenggaraan ibadah haji (BPIH) tahap pertama dibuka pada 3-20 April 2018, sementara untuk besaran biaya yang harus dilunasi oleh CJH, rata-rata nasional Rp35 juta lebih perorang. Jadi tahun ini ada sedikit kenaikan biaya jamaah haji, sekitar Rp300.000 lebih,” jelasnya. 

Maka CJH Sulteng, kata Haris,  kenaikan pembayaran biaya haji sekitar Rp38.525.445. 

“Di dalam pelunasan BPIH, CJH tidak bisa melunasi jika di dalam pemeriksanaan kesehatannya tidak lulus atau tidak sehat. Namun jika CJH mendapatkan status istithoah atau mampu untuk naik haji, baru bisa melunasi BPIHnya,” ujarnya. 

Haris mengatakan kartu BPJS Kesehatan tersebut menjadi syarat untuk pemberangkatan CJH ke tanah suci. Olehnya itu diharapkan kepada CJH agar segera mengurus kartu BPJSnya sebelum memasuki musim haji, pada Juli mendatang.

“Pada saat pemeriksanaan kesehatan CJH, disitulah akan diketahui jamaah yang belum mempunyai BPJS Kesehatan dan yang sudah memiliki BPJS Kesehatan. Namun kemungkinan, rata-rata CJH sudah mempunyai kartu BPJS kesehatan, namun iurannya yang biasanya masih mengalami kendala,” katanya.

Dia mengimbau kepada semua CJH yang telah ditetapkan agar segera memeriksakan kesehatannya, agar segara mendapatkan status istithoah haji. 

“Kemudian diharapkan kepada jamaah yang belum punya BPJS Kesehatan, segera mengurusnya di kantor BPJS Kesehatan masing-masing kabupaten/kota,” katanya.

Haris menambahkan bagi CJH yang tahun ini berangkat namun statusnya sudah haji, maka tahap pelunasannya dilakukan pada tahap dua. Begitu pun bagi CJH yang menjadi cadangan dalam menggantikan CJH yang sudah pasti berangkat tahun ini. 

“Kami juga meminta agar cadangan CJH ini sudah bisa mengurus kesehatan dan melengkapi berkasnya, untuk mengantisipasi jika ada jamaah yang batal berangkat tahun ini,” ungkapnya.      

 

Editor: M Yusuf Bj