Tuesday, 14 August, 2018 - 17:19

Cumi Segar Susah, Pengusaha Seafood Kesulitan Bahan

PERAHU NELAYAN - Salah satu perahu milik nelayan yang terparkir di pinggir pantai. Cuaca yang tak menentu jadi kendala saat akan melaut. (Foto : Dok Metrosulawesi)

Palu, Metrosulawesi.com - Meski berada di Teluk Palu yang kaya akan hasil laut, ternyata banyak pengusaha kuliner khususnya menu seafood kerap kesulitan untuk mendapatkan bahan udang dan cumi-cumi Segar.

Meski di pasar-pasar tradisonal kedua bahan itu mudah ditemukan, tetapi sangat jarang ditemukan yang masih Segar.

“Jangan berharap bisa mendapatkan kedua bahan itu dalam kondisi segar setiap hari,” ungkap Choirul, owner Warung mas Aziz.

Kondisi itu yang membuatnya kerap menyiapkan porsi minim untuk menu seafood.

“Untuk genjot penjualan terpaksa mengandalkan menu non seafood. Padahal, kita ada di daerah tepi laut. Harusnya bahan itu melimpah,” jelasnya.

Tak heran bagi pengusaha kuliner, menu ini kerap tak menjadi menu utama.

Menurutnya, kemungkinan minimnya order kedua bahan itu dan harga jualnya, bisa memengaruhi ketersediaannya. Selain tentu saja pengaruh cuaca bagi nelayan.

“Tak seperti di Jawa, meski ada didaerah yang jauh dari laut ketersediaan bahan seafood selalu ada terutama yang segar,” tambahnya.

Anggi Surya salah satu pengusaha franchise snack berbahan cumi-cumi dengan brand Sumo Squid juga mengeluhkan kondisi yang sama. Terbatasnya stok cumi-cumi segar sangat berpengaruh pada omzetnya.

“Meski bumbunya siap untuk takaran banyak, kadang harus menyajikan porsi yang terbatas,” katanya.

Sebenarnya, kondisi ini menjadi peluang besar bagi nelayan tradisional Palu yang semakin hari jumlahnya semakin tergerus. Tetapi kondisi cuaca, area tangkap yang semakin luas dan minimnya fasilitas, jadi kendalanya.

“Bukan soal tak mendapat tangkapan terutama cumi-cumi. Karena tak semua area tangkap bisa mendapatkan cumi-cumi dengan ukuran pas. Apalagi jumlahnya juga sudah mulai terbatas. Kalau dijual juga jarang langsung laku. Jadi, ya kadang disimpan sampai berhari-hari,” beber Rustam, nelayan tradisional aktif di yang tinggal di seputar jalan Cumi-cumi Palu.

Meski belum lama ini ia mendapat bantuan kapal dan mesin dari Bank Indonesia, itu juga belum menjamin peningkatan volume hasil tangkapan.

“Cuaca juga harus diperkirakan. Banyak jenis ikan yang jumlah tangkapannya bergantung dengan ketenangan ombak,” tambahnya.