Friday, 20 April, 2018 - 03:39

Damkar Palu Minim Peralatan Personil

Gedung kantor Dinas Pemadam Kebakaran Kota Palu. (Foto: Eddy/ Metrosulawesi)

Palu, Metrosulawesi.com - Dinas Pemadam Kebakaran Kota Palu masih kekurangan armada pemadam dan peralatan untuk personil, apalagi untuk menanggulangi kebakaran bangunan-bangunan tinggi, seperti hotel.

Hal tersebut diakui oleh Sekertaris Dinas Pemadam Kebakaran Kota Palu, Ir.H.Abdul Rahman Intang, saat di temui Metro Sulawesi di ruang kerjanya, Rabu, 21 Februari 2018.

Meskipun dalam keterbatasan, kata Rahman, pihaknya tetap berupaya semaksimal mungkin untuk melaksanakan kewajibannya menanggulangi kebakaran di Kota Palu.

Rahman Intang menjelaskan untuk mengantisipasi kebakaran yang terjadi di gedung tinggi, pihaknya melakukan kerja sama dengan pemilik-pemilik gedung tersebut, salah satunya dengan melakukan pelatihan di setiap awal triwulan bagi pemilik hotel dan gedung tinggi lainnya.

“Kami mengundang para pemilik untuk mengikuti pelatihan, dimana pelatihnya kami datangkan langsung dari pusat. Dalam pelatihan itu, kami berikan materi bagaimana mengantisipasi kebakaran lebih awal, yang artinya pencegahan kebakaran ataupun penanganan saat terjadinya kebakaran di gedung berlantai banyak,” tambahnya.

Bukan itu saja, Rahman Intang juga mengatakan bahwa pihaknya juga menekankan agar pemilik gedung tersebut wajib memiliki tabung pemadam kebakaran dan hydran.

“Untuk pemeriksaan dan maintenencenya, kami yang akan melakukan, apakah peralatan tersebut masih layak di gunakan atau tidak,” jelasnya.

Rahman Intang mengungkapkan pihaknya telah mengajukan pengadaan kendaraan khusus pemadaman api di bangunan tinggi pada 2019.

“Untuk peralatan khusus itu, kami sudah masukkan di perencanaan 2019. Untuk tahun ini, kami mengajukan penambahan unit kendaraan. Karena unit yang ada sekarang, boleh dikatakan masih kurang,” ungkapnya.

Rahman Intang mengungkapkan kendaraan pemadam kebakaran yang dimiliki saat ini sebanyak 11 unit, itupun sudah termasuk unit suplai.

“Seyogyanya kendaraan pemadam kebakaran itu perbandinganya 1 unit kendaraan pemadam berbanding 10.000 jiwa,” katanya.

“Yang artinya, bila saat ini warga kota palu berjumlah 400.000 jiwa, berarti Dinas Pemadam Kebakaran, harus memiliki 40 unit kendaran pemadam kebakaran,” katanya.

Untuk personil, saat ini Dinas Pemadam Kebakaran memiliki 114 personil, yang terbagi dalam tiga pleton, dimana masing-masing pleton bertugas selama 24 Jam.

Selain kurangaya unit pemadam, Rahman Intang juga mengungkapakan pihaknya juga masih kekurangan peralatan pakaian tahan api.

“Pakaian tahan api saat ini jumlahnya 30 buah, sudah banyak yang tidak layak pakai lagi, dikarenakan usia peralatan itu sendiri yang sudah lama,” ungkapnya.

“Kami berharap pihak yang lebih berwenang dapat memperhatikan kekurangan kendaraan dan peralatan personil di Dinas Pemadam Kebakaran Kota Palu, agar kedepannya, kami bisa lebih maksimal dalam pelayanan kepada masyarakat, juga bagi keselamatan personil di lapangan,” katanya.


Editor: M Yusuf Bj