Friday, 20 April, 2018 - 20:43

Dampak E-KTP, Penduduk Kota Palu Berkurang

Rapat Kerja KPU Kota Palu. (Foto : Ist)

Palu, Metrosulawesi.com – Mengurangnya jumlah penduduk Kota Palu menjadi salah satu topik permasalahan yang diungkapkan pada rapat kerja Penataan Daerah Pemilihan (Dapil) dan Simulasi Penghitungan Alokasi Kursi Pemilu 2019, oleh KPU Kota Palu Rabu, 13 Desember 2017.

Persoalan itu disampaikan perwakilan partai Gerindra, Syarif. Menurut dia, secara logika seharusnya kurun waktu lima tahun jumlah penduduk Kota Palu meningkat, tapi malah mengalami penurunan. Sesuai data yang diperoleh Gerindra, penurunan jumlah penduduk Kota Palu mencapai 22.000.

“Kemana semua sudah penduduk Kota Palu dalam tiga tahun terakhir ini,” keluhnya.

Menanggapi pertanyaan itu, Komisioner KPU Palu Agusalim Wahid meminta kepada perwakilan Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Dukcapil) Kota Palu untuk menjawab masalah tersebut.

“Karena disini hadir juga perwakilan Dukcapil, maka saya serahkan kepada pihak Dukcapil yang menjawabnya,” ujar Agusalim Wahid sembari memberikan kesempatan kepada pihak Dukcapil Kota Palu.

Perwakilan Dukcapil yang dihadiri Kepala Bidang (Kabid) Pengelolaan Informasi Administrasi Kependudukan dan Pemanfaatan Data, Fajarini mengatakan, sebenarnya yang terjadi bukan pengurangan jumlah penduduk. Namun hal ini adalah dampak dari adanya sistem Kartu Tanda Penduduk Elektronik atau e-KTP.

Dengan sistem e-KTP ini, tidak ada lagi penduduk yang memiliki KTP lebih dari satu. Dulu sebelum e-KTP ada, banyak penduduk yang memiliki KTP dua, tiga sampai empat KTP setiap orang. Namun dengan sistem e-KTP ini, maka satu warga cukup satu KTP saja.

“Waktu saya kuliah di Bandung, saya punya KTP Bandung. Tapi pada saat saya pulang ke Palu, saya juga bisa buat KTP Palu. Jadi, sebelum ada sistem e-KTP, rata – rata warga memiliki dua, tiga sampai empat KTP,” jelasnya.

Dengan adanya sistem e-KTP ini, saat ini semua masyarakat sudah terdeteksi jika memiliki KTP lebih dari satu, sehingga dengan adanya sistem ini banyak terjadi pengurangan jumlah penduduk.

“Sebenarnya masyarakatnya tidak hilang, tapi tetap ada. Hanya saja sudah terdeteksi tinggalnya dimana, kalau sudah meninggal maka sudah hilang. Karena tinggal punya satu KTP saja,” ujarnya.

Meski demikian, Fajarini mengaku apapun bentuk masukan dari Partai Politik atau masyarakat, akan menjadi catatan bagi Dukcapil untuk terus melakukan penyempurnaan data kependudukan.

Untuk diketahui, data penduduk yang digunakan untuk penyusunan Dapil dan penghitungan alokasi kursi DPRD Kota Palu tahun 2014 sebesar 372.336 (Data ini bersumber dari Dukcapil Kota Palu). Jika jumlah itu dikurangan dengan jumlah penduduk saat ini 363.867, maka terjadi penurunan sebesar 8.469 jumlah penduduk.