Thursday, 23 November, 2017 - 08:09

Dana BOS Dicairkan Awal Juni

ILUSTRASI - Dana BOS. (Grafis : Ist)

Palu, Metrosulawesi.com - Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Sulawesi Tengah H. Zulkifli Tahir mengungkapkan, dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) rencananya dicairkan pada awal Juni 2015.

Hal itu dikatakan pada Rapat Kerja Bantuan Operasional Sekolah (BOS) Tahun Anggaran 2015 di Aula Kanwil Kementerian Agama Provinsi Sulawesi Tengah, Selasa (26/5). Kegiatan dilaksanakan Bidang Pendidikan Madrasah (Penmad) dan bidang Pendidikan Agama dan Keagamaan Islam (Pakis).

Dikutip dari laman Kemenag Sulteng, Zulkifli Tahir menjelaskan, adapun keterlambatan pencairan dana BOS merupakan dampak dari perubahan kebijakan Kemenkeu tentang mekanisme penyaluran BOS.

Dia memaparkan, tahun ini, akun BOS memakai akun 52 atau untuk belanja barang. Sebelumnya pencairan BOS menggunakan akun 57 atau akun bantuan sosial (bansos).

Ia menjelaskan bahwa tahun ini akun 57 atau bansos tidak diperkenankan lagi karena tidak bersifat rutin karena dana BOS bersifat rutin dan harus dialihkan ke akun 52.

Zulkifli Tahir juga sangat berterima kasih atas surat Kementerian Keuangan terkait Pemberian Uang Muka Kerja Kepada Madrasah Swasta dari Bendahara Pengeluaran/Bendahara Pengeluaran Pembantu dalam Rangka Penyaluran Dana BOS Madrasah TA. 2015.

Aturan tersebut memberikan beberapa dispensasi dalam pencairan dana BOS, yang sangat membantu pihak-pihak terkait, baik Tim BOS Provinsi, Kabupaten/Kota hingga kepada madrasah-madrasah swasta yang mana aturan tersebut tetap melakukan pencairan dana BOS dengan menggunakan akun 52.

“Olehnya itu, kepada Tim Manajemen BOS tingkat provinsi serta Kementerian Agama Kabupaten/Kota untuk dapat melaksanakan pencairan dana BOS secepatnya. Dan insyaallah dana BOS akan dicairkan pada awal bulan Juni 2015 mendatang,” katanya.

Tags: 
Kirim Komentar Anda
Budayakan beri komentar terkait artikel yang ditayangkan. Komentar adalah tanggapan pribadi sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim, tidak mewakili kebijakan redaksi METROSULAWESI dot com. Redaksi berhak mengubah atau menghapus komentar sesuai dengan Pedoman Komunitas.