Tuesday, 26 September, 2017 - 18:47

Dana Desa Sulteng Capai Rp1,4 Triliun

ILUSTRASI - Alokasi Dana Desa. (Grafis : Dok Metrosulawesi)

Palu, Metrosulawesi.com - Alokasi Dana Desa (ADD) untuk 1.842 desa yang tersebar di 12 Kabupaten di Sulawesi Tengah pada tahun anggaran 2017 mencapai Rp1,4 triliun lebih. Jumlah ini mengalami kenaikan signifikan dibanding Dana Desa tahun 2016 yang hanya sebesar Rp1,1 triliun lebih.

Kabupaten Parigi Moutong (Parimo) dan Kabupaten Banggai menjadi wilayah dengan alokasi terbesar. Untuk Kabupaten Parimo Dana Desa yang akan disalurkan 2017 sebesar Rp215 miliar lebih tersebar di 278 desa. Sedangkan Kabupaten Banggai menjadi yang terbesar pertama memperoleh Dana Desa dengan total Rp220 miliar untuk 291 desa.

Kabupaten Banggai Kepulauan (Bangkep) dengan total desa 141 menerima Dana Desa sebesar Rp108 miliar lebih. Kabupaten Buol dengan jumlah 108 desa menerima Rp85 miliar lebih. Kabupaten Tolitoli dengan jumlah 103 desa menerima Rp82 miliar lebih. Kabupaten Donggala dengan jumlah 158 desa menerima Rp124 miliar lebih. Kabupaten Morowali dengan jumlah 126 desa menerima Rp97 miliar lebih. Kabupaten Poso dengan jumlah 142 desa, menerima Rp111 miliar lebih.

Kabupaten Tojo Unauna (Touna) dengan jumlah 134 desa menerima Rp105 miliar lebih. Kabupaten Sigi dengan jumlah 176 desa menerima Rp135 miliar lebih. Kabupaten Banggai Laut (Balut) dengan jumlah 63 desa menerima Rp50 miliar lebih, dan Kabupaten Morowali Utara (Morut) menerima Rp96 miliar lebih untuk 122 desa.

Tenaga Ahli Madya Pengelolaan Sumber Daya Manusia Badan Pemeberdayaan Masyarakat dan Pemerintah Desa (BPMPD) Provinsi Sulawesi Tengah Puji Nugroho mengatakan penyaluran dana desa tersebut dilakukan dua tahap, dengan perbandingan tahap pertama 60 persen dan tahap kedua 40 persen.

Puji mengungkapkan, untuk penyaluran anggaran 2017 tentunya juga melihat progres pada tahun 2016. Jika ada desa yang laporan keuangannya masih bermasalah di tahun 2016, maka Dana Desa untuk tahun 2017 akan ditahan dulu.

“Maka dari itu kami sangat berharap agar pengelolaan Dana Desa ini benar-benar dilakukan sebagaimana petunjuk penggunaannya,” ujar Puji.

Puji mengakui masih banyak aparatur desa yang belum paham sekali mekanisme pengelolaan anggaran Dana Desa sehingga banyak menimbulkan permasalahan. Namun banyak juga aparatur desa yang sudah baik dalam pengelolaan dan pelaporan anggarannya.

Untuk tahun anggaran 2017, rata-rata per desa menerima alokasi anggaran Rp720 juta. Tetapi angka itu akan berubah menjadi lebih besar atau lebih kecil tergantung kondisi geografis dan jumlah penduduk di desa tersebut.

“Jika dihitung secara rata-rata mencapai Rp720 juta lebih per desa. Tetapi di tingkat kabupaten nanti pasti akan berubah tergantung Peraturan Daerah (Perda) di masing-masing kabupaten. Karena tidak semua desa memiliki struktur geografis dan jumlah penduduk yang sama, pasti ada yang lebih besar dan lebih kecil,” tutupnya.
 

Editor : M Yusuf BJ

Kirim Komentar Anda
Budayakan beri komentar terkait artikel yang ditayangkan. Komentar adalah tanggapan pribadi sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim, tidak mewakili kebijakan redaksi METROSULAWESI dot com. Redaksi berhak mengubah atau menghapus komentar sesuai dengan Pedoman Komunitas.