Friday, 21 July, 2017 - 18:56

Dana Rp1,4 Miliar Perusda Buol Disoal

Kantor Perusahaan Daerah Kabupaten Buol. (Foto : Dok Metrosulawesi)

Buol, Metrosulawesi.com - Badan Pengawas Perusahaan Daerah Kabupaten Buol mempertanyakan dana Rp1,4 miliar yang dikelola direksi perusahaan. Badan pengawas menemukan kejanggalan dalam pengelolaan dana tersebut dan telah dilaporkan kepada Bupati Buol.

Ketua Badan Pengawas Perusahaan Daerah Kabupaten Buol Rizal Min’un mengungkapkan, meskipun direksi tidak melibatkannya dalam kegiatan tetapi tahu apa yang telah dilakukan oleh direksi di antaranya soal penggunaan dana Rp1,4 miliar.

Menurutnya, bendahara Perusda tidak difungsikan sebagaimana mestinya dan semua diambil alih oleh direksi. Disamping, kata dia keluarga direksi juga bekerja di Perusda yang sebenarnya tidak boleh karena masih ada orang lain.

Rizal Min’un merinci dana awal yang diterima dari penggurus lama kepada pengurus baru senilai Rp1,4 miliar. Dana tersebut diperuntukan untuk pembelian jagung petani. Pada pengapalan pertama sebanyak 3 kontainer dan pengapalan tahap ke 2 satu kontainer.

“Masing-masing satu kontener berisikan 23 ton kali 4 kontainer sama dengan 92 ton. Sedangkan masih ada di gudang berjumlah 20 ton karena jagungnya rusak sehingga tidak dapat dijual,” ungkap kepada Metro Sulawesi ditemui di rumahnya, Selasa 13 Juni 2017.

Dia melanjutkan, harga beli perusahaan daerah ke petani kisaran Rp.3000/kg dan jika dikali 92 ton sama dengan Rp.336 juta belum termasuk yang rusak di gudang. Sedangkan modal pembelian barang-barang kebutuhan pokok untuk mengisi perusahaan daerah diperkirakan tidak sampai Rp 200 juta.

“Nah mana sekarang sisa dana Rp1,4 miliar setelah dikeluarkan pada kegiatan tersebut dan saya telah menyurat kepada Bupati Buol sebagai laporan,” kata Rizal Min’un.

Dikonfirmasi terpisah, Direksi Perusda Kabupaten Buol Mahmud La Opo menjelaskan bahwa dana awal yang diterimanya dari pengurus lama sebesar Rp1,4 miliar. Dana itu, kata dia diperutukkan pembelian modal barang-barang di toko perusahaan daerah sejumlah lebih kurang Rp.500 juta terdiri atas barang-barang campuran. Kemudian, pembelian jagung petani juga lebih kurang Rp. 500 juta. Dan sisanya dipakai modal kerja perusahaan daerah mengerjakan proyek-proyek pembanggunan di daerah ini.

“Sedangkan kenapa sampai dengan saat ini kantor Perusda belum ditempati? masalahnya gedung masih sedang direnovasi. Sedangkan bendahara maupun buku-buku belum berfungsi karena bendahara tidak berada di tempat dan bertempat tinggal di Palu yang tentunya pembukuan belum terisi,” kata Direksi Perusda Buol kepada Metrosulawesi Selasa 13 Juni 2017.

BP dan Direksi Tidak harmonis

Direksi Perusda Kabupaten Buol Mahmud La Opo mengakui hubungan kerja antara Ketua BP dan pengurus maupun direksi Perusda Daerah Buol tidak lagi berjalan harmonis. Hal itu, kata dia sebenarnya bisa diselesaikan.

Di sisi lain, Ketua Badan Pengawas Perusahaan Daerah Kabupaten Buol Rizal Min’un mengatakan sesuai dengan tugas dan wewenang badan pengawas yakni melaksanakan pengawasan, pengendalian dan pembinaan terhadap penggurusan dan penggelolaan perusahaan.

Selain itu, memberikan pertimbangan dan saran kepada bupati diminta atau tidak guna perbaikan dan pengembangan perusahaan seperti pengangkatan direksi, program kerja yang diajukan direksi, rencana status perusahaan, kekayaan perusahaan, rencana pinjaman dan ikatan hukum dengan pihak lain serta menerima, memeriksa dan atau menandatangani laporan bulanan, triwulan maupun menyampaikan rencana strategis disamping menilai kinerja direksi dalam hal mengelola perusda.

“Sejak dilantik 17 Maret 2017 lalu kami belum pernah mengadakan kegiatan rapat atau pertemuan secara utuh, begitu pula banyak beberapa hal seperti berita acara penerimaan modal dan fasilitas kantor lainnya dari penggurus sebelumnya dan lebih parah lagi kantornya tutup terus tetapi kegiatannya ada seperti pelayanan di toko perusahaan daerah yang menjual barang kebutuhan pokok,” kata Rizal Min’un.


Editor : Syamsu Rizal

Kirim Komentar Anda
Budayakan beri komentar terkait artikel yang ditayangkan. Komentar adalah tanggapan pribadi sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim, tidak mewakili kebijakan redaksi METROSULAWESI dot com. Redaksi berhak mengubah atau menghapus komentar sesuai dengan Pedoman Komunitas.