Saturday, 22 September, 2018 - 05:47

Dara Cantik, Calon Pembawa Merah Putih

PEMBAWA BENDERA - Filia Fransiska, Kirey Gloria Limboki, Amanda Wiranti Saleh, dan Desy Ramadhani empat calon pembawa baki bendera merah putih saat foto bersama di Halaman Kantor Gubernur Sulteng, belum lama ini. (Foto: Moh Fadel/ Metrosulawesi)

Palu, Metrosulawesi.com - Empat dara cantik ini, merupakan anggota Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) merupakan calon pembawa baki pada upacara HUT ke-73 Kemerdekaan RI pada 17 Agustus 2018 besok di halaman Kantor Gubernur Sulteng.

Keempat gadis ini dipercaya oleh Komandan Pelatih Paskibraka Provinsi Sulawesi Tengah, Tahir untuk melaksanakan tugas tersebut. Mereka adalah: Filia Fransiska, Kirey Gloria Limboki, Amanda Wiranti Saleh, dan Desy Ramadhani. Keempatnya merupakan siswi asal Palu dan Donggala. Kepada Metrosulawesi empat personil Paskibraka cantik ini mengaku siap menjadi pembawa baki.

Seperti Filia Fransiska siswi SMA Negeri 2 Palu dengan penuh keyakinan mengatakan akan bertugas dengan maksimal, apabila diberikan kepercayaan membawa baki bendera ke Inspektur Upacara yang juga selaku Gubernur Sulteng.

“Jika saya terpilih menjadi pembawa baki bendera merah putih, saya akan berusaha melaksanakannya dengan baik dan sungguh-sungguh, kemudian kesiapan mental saya usahakan harus kuat, sehingga ketika saat hari H-nya semua bisa sukses,” kata Filia usai mengikuti gladi di halaman kantor Gubernur Sulteng, belum lama ini.

Falia mengaku, selama latihan banyak suka duka yang dialaminya seperti sukanya mempunyai bertemu dengan teman-teman dari 13 Kabupaten/Kota, sehingga teman terasa lebih banyak lagi, sementara dukanya adalah beberapa teman ada yang sempat sakit, sehingga saat latihan tidak lengkap.

“Ini yang biasanya dapat mengganggu konsentrasi dalam latihan, dikarenakan tidak lengkap,” ujar siswi SMAN 2 Palu.

Filia mengungkapkan tantangan terberatnya ketika membawa baki bendera merah putih, biasanya itu ada rasa gugup (canggung). Jika selama latihan biasa-biasa saja, tetapi ketika berhadapan langsung dengan inspektur upacara yang aslinya yakni Gubernur Sulteng, ini biasanya merasakan hal yang gugup. Menurutnya itu tantangan mental yang terberat apabila dipercaya membawa baki bendera merah putih.
 
Tak hanya Filia-- Kirey, Amanda dan Desy juga mengaku gugup. Meski demikian ketiganya sudah siap jika dipercayakan  membawa baki.

Desy yang berasal dari SMAN 1 Banawa Donggala itu mengaku, sangat siap jika terpilih menjadi pembawa baki. Olehnya dia berkomitmen untuk berusaha agar tidak membuat kesalahan yang fatal saat upacara HUT RI ke-73 pada 17 Agustus 2018.

Komandan Paskibraka Sulteng, Tahir, mengungkapkan, secara teknis lapangan kesiapan personil Paskibraka pada 17 Agustus nanti sudah mencapai 90 persen.

“Terkait nama-nama pembawa baki di hari H nanti, kami belum bisa umumkan, biasanya itu diumumkan 10 menit sebelum pelaksanaan upacara,” ujar Tahir.

“Kami rapatkan dulu untuk mengevaluasi semua, penilaian yang dilakukan oleh pelatih, untuk memilih pembawa baki. Salah satunya adalah kesiapan mental dan fisik. Karena orang ini berbeda-beda keadaannya, kadang-kadang waktu latihan bagus, tetapi ketika mau latihan dan gladi sudah drop atau sakit, dan kami menilai ini sangat hati-hati,” katanya.

Tahir berharap, jaripaya personil Paskibraka dapat terbayar dengan sukses melaksanakan tugas pada hari H upacara 17 Agustus nanti.


Editor: Udin Salim