Thursday, 16 August, 2018 - 20:10

Dari Sopir Angkot ke Penjual Sepeda Bekas Keliling

Terlihat Muji sedang beristirahat sambil menunggu pembeli. (Foto: Fikri Alihana/ Metrosulawesi)

Palu, Metrosulawesi.com – Demi menyambung hidunya dan keluarga seorang sopir angkot rela beralih profesi menjadi penjual sepeda bekas dan pengumpul barang bekas. Dengan bermodalkan motor dan uang Rp 1 juta,  ia tak henti–hentinya berkeliling Kota Palu demi menjual barang dagangannya.

Muji (55) tahun, pria paru bayah yang berasal dari Kota Semarang Jawa Tengah ini menjajakan sepeda bekas yang ia beli dari sebagian warga di Kota Palu. Sepeda bekas tersebut didapatnya dari masyarakat yang menjualnya lalu diperbaikinya kembali. Kemudian, dia menjulanya dengan harga yang terbilang murah Rp. 150 ribu sampai Rp250 ribu tergantung dari ukuran sepeda.

Pria tersebut yang bertempat tinggal di Kelurahan Lasoani Kecamatan Mantikulore sudah hampir sepuluh tahun berada di Kota Palu sejak tahun 2008. Muji begitu sapaan orang memanggilnya memiliki empat orang anak dan semuanya sudah menikah mempunyai keluarga sendiri. Selain itu, biasanya ia dan istrinya berpindah–pindah tempat tinggal atau hanya menyewa rumah kontrakkan. Banyak suka dan duka yang ia hadapi selama menginjakan kaki pertama kali di Kota Palu ini.
 
“Kami berada di sini sudah hampir sepuluh tahun, sejak kami pindah dari Kota Semarang. Tempat tinggal yang kami tempati sekarang juga hanya menyewa untung ada seseorang yang menyewakan tempatnya dengan harga murah. Namanya juga merantau di kampung orang banyak suka dan duka yang saya alami,” ungkapnya, Sabtu 4 agustus 2018.

Ia juga bercerita, meskipun banyak kendala yang dihadapinya selama ini saat mencari barang bekas dan menjual sepeda berkeliling di Kota Palu. Ia tak gentar dalam menghadapi kerasnya hidup. Sedangkan, penghasilan perhari dari menjual sepeda dan mengumpul barang–barang bekas yang ia dapatkan kadang tak menentu biasa hanya sekitar Rp80 ribu sampai Rp 90 ribu saja, itupun hanya bisa dipakai buat makan sehari–hari. Tetapi, dia selalu bersyukur atas rejeki yang diberikan Tuhan kepada dirinya. 

“Alhamdulilah, saya bersyukur kepada Allah SWT atas pemberian rejeki, meskipun rata–rata perhari cukup buat makan," kata Muji.

Dia menuturkan belum lama dia ditipu oleh seseorang yang berpura–pura ingin membeli sepeda bekas.

“Tidak ada orang menolong. Malahan seminggu lalu saya kena tipu. Seseorang meminjam uang saya 70 ribu rupiah, lalu dia beralasan bilang nanti di rumah saya bayar sekalian dengan membeli sepeda bekas yang saya jual. Kemudian orang itu langsung lari tanpa mengganti uang dan membayar sepeda ini,” tuturnya.

Muhi mengaku dengan penghasilannya yang pas-pasan, untuk makan pun susah, apalagi mau pulang kampung. Tapi dia bersyukur karena tetap diberikan kesehatan," terangnya. 

Dia berharap bantuan dari orang yang dermawan maupun dari pihak pemerintah bisa memberikan maupun meminjamkan modal usaha agar ia tidak lagi berkililing Kota Palu menjual dagangannya.


Editor: Pataruddin