Monday, 1 May, 2017 - 04:47

Error message

  • Warning: Invalid argument supplied for foreach() in views_join->build_join() (line 1548 of /home/metrosulteng/public_html/profiles/openpublish/modules/contrib/views/includes/handlers.inc).
  • Warning: Invalid argument supplied for foreach() in views_join->build_join() (line 1548 of /home/metrosulteng/public_html/profiles/openpublish/modules/contrib/views/includes/handlers.inc).
  • Warning: Invalid argument supplied for foreach() in views_join->build_join() (line 1548 of /home/metrosulteng/public_html/profiles/openpublish/modules/contrib/views/includes/handlers.inc).
  • Warning: Invalid argument supplied for foreach() in views_join->build_join() (line 1548 of /home/metrosulteng/public_html/profiles/openpublish/modules/contrib/views/includes/handlers.inc).

Debit Air PLTM Wawopada Mengering

Lokasi PLTM Wawopada. (Foto : Alekson W)

Kolonodale, Metrosulawesi.com – Pembangkit Listrik Tenaga Mini Hydro (PLTM) di Kabupaten Morowali Utara, yang tidak maksimal melayani kebutuhan listrik terus mendapat sorotan masyarakat setempat terutama soal subsidi PLN ke PLTM tersebut kurang lancar.

Padahal, PLTM yang dibangun untuk Wawopada I dua unit dan Wawopada II dua unit menjadi  andalan Morowali Utara dalam melayani kebutuhan listrik, khususnya untuk Kecamatan Lembo, Lembo Raya, PetasiaTimur, Petasia Barat  dan Petasia di Kolonodale, sebagai ibu kota kabupaten Morut.

Namun Kepala PLN Rayon Kolonodale, S. Tolimbo membantah hal itu sebagai penyebab padamnya listrik, yang saat ini telah mengandalkan PLTM yang sudah setahun ini dioperasikan.

Sementara pimpinan PT Hentraco Indoperkasa, PLTM Wawopada, Hendri Butarbutar didampingi wakil pimpinan cabang/ Humas PLTM Wawopada, Jan Noya yang ditemui Metro Sulawesi, Sabtu (9/1/2016) mengaku, permasalahan debet air yang masih kurang akibat kemarau panjang.

“Kalau masalah subsidi PLN kurang lancar itu tidak benar karena pembayaran itu terjadi antara kantor induk PT. Hentraco Indoperkasa Jakarta dengan PLN Manado dan ini lancar terus”, tegas Jan Noya.

“Hanya saja, sering padamnya listrik karena banyaknya jaringan PLN ini yang masih berada dibawah pohon, bahkan adanya ranting-ranting yang tersangkut dijaringan listrik,” sebutnya lagi.

PLTM Wawopada I jika beroperasi maksimal dapat melayani 3000 megawatt yang saat ini hanya mampu mensuplai 1700 megawatt, dan mesin Wawopada II dua unit jika maksimal berjalan debet air mencukupi mampu melayani 3500 megawatt.

“Sementara saat ini kemampuan melayani hanya mencapai 1600 megawatt, sehingga kami harapkan curah hujan pada bulan Januari ini cukup tinggi, hingga pelanggan tidak perlu diadakan pemadaman bergilir,” harap Hedri Butarbutar.

Pihaknya juga berharap pembersihan jaringan PLN, sehingga keluhan para pelanggan juga berangsur-angsur berkurang.

“Dan kamipun tidak selalu diteriaki pelanggan listrik, seakan-akan kami sengaja lakukan pemadaman,” paparnya lagi.


Editor : Subandi Arya

Kirim Komentar Anda
Budayakan beri komentar terkait artikel yang ditayangkan. Komentar adalah tanggapan pribadi sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim, tidak mewakili kebijakan redaksi METROSULAWESI dot com. Redaksi berhak mengubah atau menghapus komentar sesuai dengan Pedoman Komunitas.