Friday, 20 April, 2018 - 20:23

Dekan FMIPA Untad Telusuri Pelaku Pencoretan Tembok Prodi Farmasi

PENUH CORETAN - Tembok Laboratorium Prodi Farmasi tampak penuh coretan pada Sabtu, 26 Maret 2018 pagi. (Foto: Ist)

Palu, Metrosulawesi.com - Dekan Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) Universitas Tadulako (Untad), Dr M Rusydi H tengah menelusuri pelaku pencoretan tembok Prodi Farmasi yang dilakukan oknum tak bertanggungjawab.

“Kami sedang telusuri pelakunya bersama ketua jurusan. Saat ini kami belum bisa menuduh tanpa ada bukti,” ujar dekan kepada awak media di Ruang Kerjanya, Senin, 26 Maret 2018.   

Tembok ruang kelas dan laboratorium Prodi Farmasi pada Sabtu, 25 Maret 2018 pagi, didapati penuh coretan dengan menggunakan pilox. Berbagai pesan dituliskan melalui coretan tersebut salah satunya mengeluhkan seputar laboratorium di Prodi itu.

“Coretan itu saya dapati pada Sabtu pagi, tapi sudah langsung dihapus adek-adek mahasiswa,” tuturnya.

Dekan mengatakan tidak mengetahui pasti apa yang mendasari pelaku menyampaikan pesan lewat coretan tersebut. Namun yang ia ketahui bahwa pihak Laboratorium Prodi Farmasi menerapkan disiplin yang harus dilaksankan mahasiswa.

Dekan menduga hal itu yang membuat ada oknum mahasiswa tidak bisa melaksanakannya sehingga meluapkannya melalui coretan. Padahal tujuan aturan disiplin yang dibuat untuk kebaikan mahasiswa dan keberlangsungan fungsi laboratorium.

“Memang kalau masuk laboratorium yang saya dengar harus disiplin, diantaranya memastikan ruangan keadaan bersih saat ditinggalkan dan memadamkan lampu yang ada di ruangan. Kalau itu tidak dilaksanakan akan diberi hukuman kepada yang lalai,” terang dekan.

Secara pribadi, dekan memaklumi hal yang dilakukan oknum mahasiswa yang melakukan pencoretan. Dia mengaku akan melakukan pendekatan intensif kepada pelaku apabila sudah diketahui. Sebab menurut dekan oknum mahasiswa seperti itu harus dirangkul agar kembali kejalan yang benar.

Salah satu upaya yang dilakukan dalam waktu pihaknya akan duduk bersama untuk membahas pelayanan akademik di FMIPA, khususnya Prodi Farmasi. Itu dilakukan untuk mengevaluasi proses dan layanan akademik di fakultas yang dipimpimnya.

“Kami akan segera rapat membahas pelayanan akademik bersama ketua-ketua jurusan. Itu untuk mengantisipasi agar kejadian serupa tidak terulang lagi,” tandas dekan. 

 

Editor: M Yusuf Bj