Sunday, 17 December, 2017 - 16:21

Dekranasda Diminta Bina Perajin Tingkatkan Nilai Produk

FOTO BERSAMA - Ketua Pembina Dekranasda Sulteng Hj Zalzulmida A Djanggola foto bersama pengurus Dekranas Pusat didampingi sejumlah pejabat di Palu Golden Hotel, Selasas, 14 November 2017. (Foto : Humas Pemprov)

Palu, Metrosulawesi.com - Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Provinsi Sulteng diminta terus melakukan pembinaan kepada para pengrajin dalam upaya meningkatkan nilai produk yang dihasilkan.

“Dekranasda provinsi dan kabupaten/kota harus terus bersama melakukan pembinaan kepada para perajin, dengan harapan menghasilkan produk yang memiliki daya saing tinggi yang juga dapat bernilai jual didalam maupun diluar daerah,” ujar Gubernur Sulteng melalui Sekretaris Daerah Moh Hidayat Lamakarate saat membuka Rapat Kerja (Raker) dan Pengukuhan Pengurus Dekranasda Sulteng dirangkai Rapat Koordinasi Forum Peningkatan Konsumsi Ikan (Forikan) di Palu Golden Hotel, Selasas, 14 November 2017.
        
Menurut gubernur, semua itu dilakukan bermuara pada meningkatnya perekonomian seluruh masyarakat dimana Sulteng memiliki kekuatan modal sumberdaya alam dan manusia, yang saat ini terus berbenah dan berupaya memaksimalkan apa yang dimiliki daerah ini. Tiap daerah harus dapat menonjolkan apa yang jadi primadona atau produk unggulan daerah tersebut. Seperti diketahui bersama masing-masing kabupaten/kota memiliki produk unggulannya sendiri misalnya Banggai dengan mutiara, Donggala dengan tenun.

“Dari itu saya mengajak kita semua untuk terus meningkatkan produktifitas dan daya saing kerajinan Sulawesi Tengah,” tutur gubernur.

Kata gubernur, apa yang dilakukan oleh Dekranasda Sulteng saat ini seirama dengan misi pemerintahan yang dipimpinnya.

“Melalui Raker ini, kita tingkatkan produktifitas dan daya saing kerajinan di Sulawesi Tengah. Karena ini sejalan dengan salah satu misi pemerintah provinsi yaitu peningkatan pertumbuhan ekonomi melalui pemberdayaan ekonomi kerakyatan,” tandas gubernur.

Melalui kesempatan ini, Moh Arif Latjuba dikukuhkan sebagai Ketua Dekranasda Provinsi Sulteng periode 2016-2021 oleh Ketua Pembina Dekranasda Hj Zalzulmida A Djanggola.

Arif yang juga sebagai Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Sulteng mengungkapkan saat ini memiliki program bersama Baznas guna melibatkan kaum dhuafa dalam melihat serta memaksimalkan potensi industri kreatif. Dia mengatakan rantai kemiskinan tidak akan bisa putus apabila tidak ada kerjasama lintas sektor.
        
“Kami berharap industri kerajinan tidak hanya dipikul oleh pemerintah saja, perlu kolaborasi bersama. Selain melibatkan Baznas, saat ini kami juga terus memaksimalkan potensi industri kreatif anak muda Sulawesi Tengah,” ucap Arif.

Kegiatan yang disiarkan langsung oleh TVRI Sulteng ini dihadiri Sekjend Dekranas Pusat Euis Saedah.

Kirim Komentar Anda
Budayakan beri komentar terkait artikel yang ditayangkan. Komentar adalah tanggapan pribadi sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim, tidak mewakili kebijakan redaksi METROSULAWESI dot com. Redaksi berhak mengubah atau menghapus komentar sesuai dengan Pedoman Komunitas.