Sunday, 24 September, 2017 - 09:17

Demokrat Sulteng Usul Tiga Nama Untuk Mengisi Kekosongan Wagub

BERI KETERANGAN - Sekretaris DPD Partai Demokrat Sulteng Abdul Razak BM Radjak SH bersama Wakil Ketua DPD Nur Rahmatu SE saat memberikan keterangan pers di Bungku, Minggu 22 Januari 2017. (Foto : Murad Mangge/ Metrosulawesi)

Bungku, Metrosulawesi.com - Dalam Rapat Pimpinan Daerah (Rapimda) Partai Demokrat (PD) Sulteng, Minggu 22 Januari 2017 di gedung Serba Guna Kecamatan Bungku Tengah, Kabupaten Morowali, berhasil melahirkan rekomendasi politik.

Sekretaris DPD Partai Demokrat Sulteng Abdul Razak BM Radjak SH bersama Wakil Ketua DPD Nur Rahmatu SE, di hadapan sejumlah wartawan menegaskan bahwa terkait dengan perkembangan politik di daerah ini, di mana Partai Demokrat Sulteng pada 2014 lalu sebagai pemenang ketiga serta sebagai partai pendukung Gubernur dan Wakil Gubernur Sulteng periode 2016-2021 menyatakan sikap, merekomendasikan kepada Gubernur Sulteng Drs Longki Djanggola bahwa dalam rangka mengisi kekosongan jabatan Wakil Gubernur pasca ditinggalkan almarhum Sudarto SH, Partai Demokrat Sulteng meminta agar yang mengisi kekosongan jabatan tersebut adalah figur representatif berasal dari provinsi Sulteng kawasan Timur Sulawesi.

"Ini sikap politik Partai Demokrat yang lahir di agenda Rapimda," kata mantan anggota DPRD Buol ini.

Tidak hanya itu tambahnya, sebagai partai pendukung yang terlibat aktif secara langsung pada pemenangan Pilgub 2016, Partai Demokrat Sulteng meminta kebijakan Gubernur Suteng Longki Djanggola kiranya memberikan kesempatan berkomunikasi dan merekomendasikan tiga nama yakni DR. Ir. H Syaifullah Djafar, Drs Haris Renggah serta Ma'mun Amir agar dipertimbangkan sebagai bakal calon (Balon) Wakil Gubernur Sulteng.

Sementara itu tidak masuknya Anwar Hafid dari sederetan nama dalam rekomendasi Rapimda Partai Demokrat Sulteng tentunya menimbulkan tanya besar, meski desakan dukungan dan harapan itu datang dari berbagai kalangan masyarakat Sulteng. Hal ini tidak lain oleh karena Anwar Hafid tetap masih ingin menyelesaikan sisa masa jabatannya sebagai Bupati Morowali yang tinggal satu tahun lagi.

Dijelaskan Abdul Rajak, bahwa Partai Demokrat Sulteng meminta kepada Pemerintah Provinsi Sulteng bahwa dalam rangka mempercepat pemekaran Provinsi Sulawesi Timur (Sultim) seyogyanya kebijakan politik anggaran lebih banyak berpihak kepada wilayah tersebut, khususnya dalam hal percepatan pembangunan infrastruktur.

Harus dipahami bahwa Partai Demokrat Sulteng sampai saat ini, tetap berpegang pada komitmen politik utamanya dalam hal mendukung visi Gubernur dalam mewujudkan daya saing tinggi dan sejajar dengan provinsi lain dan juga ingin menempatkan personil birokrat harus memiliki pola pikir sama serta didukung oleh kemampuan profesional dengan tidak pilih kasih.

Rapimda tersebut juga melahirkan rekomendasi tri sukses. Yaitu: Tiga gol politik tersebut adalah sukses Pilkada 2018, di tiga Kabupaten yakni Kabupaten Morowali, Parigi Moutong serta Kabupaten Buol. Sukses memenangkan Pemilihan legislatif (Pileg) dan Pemilihan Presiden (Pilpres) 2019 serta sukses mengantar Ketua DPD Partai Demokrat Sulteng, Drs Anwar Hafid MSi sebagai bakal calon Gubernur Sulteng pada Pilkada 2021 mendatang.

Rapimda Partai Demokrat Sulteng yang pertama kali digelar di Kabupaten Morowali tersebut, diikuti oleh 13 DPC Kabupatan/Kota, Ketua BPOKK, KPPD serta anggota fraksi Partai Demokrat baik Provinsi maupun Kabupaten/Kota. Hadir pula Direktur Eksekutif (DE) DPP Partai Demokrat H. Fadjar Sampurno, serta beberapa petingi Partai Demokrat Sulteng.


Editor : Udin Salim

Kirim Komentar Anda
Budayakan beri komentar terkait artikel yang ditayangkan. Komentar adalah tanggapan pribadi sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim, tidak mewakili kebijakan redaksi METROSULAWESI dot com. Redaksi berhak mengubah atau menghapus komentar sesuai dengan Pedoman Komunitas.