Saturday, 18 November, 2017 - 07:10

Di Buol, Massa Dua Paslon Klaim Menang

KLAIM MENANG - Massa pendukung paslon nomor urut 3 Syamsudin Koloi dan Nurseha terkonsentrasi di depan rumah Nurseha, Rabu 15 Februari. Mereka mengklaim memenangkan Pilkada Buol. (Foto : Eddy/ Metrosulawesi)

Buol, Metrosulawesi.com – Saling klaim menang antara pasangan calon (paslon) nomor urut 1 dan paslon nomor urut 3 terjadi di Kabupaten Buol, sesaat setelah dilakukan hasil hitung cepat, Rabu 15 Februari 2017.

Pantauan Metrosulawesi, massa pendukung paslon nomor urut 3 Syamsudin Koloi dan Nurseha tampak terkonsentrasi di depan rumah jabatan. Sejumlah personel dari Brimob bersenjata lengkap berjaga-jaga di rumah pribadi Nurseha Batalipu di jalur dua kota Buol.

Anggota kepolisin ini, bejaga-jaga untuk mengantisipasi gejolak masa pendukung paslon lain, serta menghalau dan menghimbau masa pendukung untuk tidak melakukan konvoi.

Sementara itu, di beberapa tempat pendukung paslon nomor urut 1—dr Amirudin Rauf-Abdullah Batalipu, juga mengklaim menang dalam perhitungan cepat tersebut. Massa pendukung paslon nomor 1 ini sempat ingin melakukan konvoi. Namun anggota kepolisin langsung menghalangi konvoi tersebut, karena dikhawatirkan akan menimbulkan gesekan dengan massa pendukung lainnya.

Hingga malam ini, massa dari kedua paslon yang saling mengklaim menang, masih berkumpul di depan kediaman kedua paslon tersebut dan kondisi kota Buol pasca pencoblosan  tetap kondusif.

Ber-KTP Tolitoli Nyoblos di Pilkada Buol

Proses pencobosan di TPS untuk pilkada di kabupaten sudah ditutup, tepat pukul 13.00 wita, pantauan di lapangan terlihat warga yang masih berkumpul di beberapa TPS yang ada di dalam kota Buol, untuk menyaksikan langsung proses perhitungan suara di TPS.

Namun tidak untuk di TPS 6, yang berada di baruga kantor kelurahan Leok II, Kecamatan Biau penghitungan sempat ditunda karena  petugas TPS mendapati satu warga yang ber-KTP kabupaten Tolitoli, ikut mencoblos di TPS tersebut.

"Iya, ibu itu sudah mencoblos, padahal KTP-nya, KTP Tolitoli," ungkap petugas yang enggan dikorankan namanya.

Hingga saat ini warga tersebut bersama dengan suaminya, masih diamankan di kantor kelurahan, sambil menunggu petugas panwasli kabupaten Buol.

Dari informasi yang dihimpun warga tersebut diketahui petugas pada saat giliran suaminya akan melakukan pencoblosan, petugas mendapati KTP milik suami wanita tersebut bukan KTP Kabupaten Buol, melainkan KTP Kabupaten Toli-toli. Hingga saat ini belum di ketahui pasti bagaiman bisa warga yang berKTP Toli-Toli tersebut bisa melakukan pencoblosan di TPS itu.


Editor : Udin Salim

Kirim Komentar Anda
Budayakan beri komentar terkait artikel yang ditayangkan. Komentar adalah tanggapan pribadi sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim, tidak mewakili kebijakan redaksi METROSULAWESI dot com. Redaksi berhak mengubah atau menghapus komentar sesuai dengan Pedoman Komunitas.