Thursday, 17 August, 2017 - 19:59

Diamankan, Tiga Pengedar Beserta Rp168 Juta Uang Palsu

UANG PALSU - Kapolres Palu AKBP Christ R Pusung, SIK, menjukan barang bukti ratusan juta uang palsu saat gelar tersangka dan barang bukti, di Mapolres Palu, Jumat 12 Mei 2017. (Foto : Eddy/ Metrosulawesi)

Warga Diimbau Waspadai Uang Palsu

Palu, Metrosulawesi.com – Jajaran Kepolisian Resor (Polres) Palu, dalam hal ini Polsek Barat, menangkap tiga orang pelaku pengedar uang palsu (Upal). Tak tanggung-tanggung upal yang disita mencapai seratus juta lebih.

Penangkapan terhadap ketiga tersangka berawal dari laporan pemilik warung berinisial HW. Dia mendapatkan upal dari seorang pria yang kala itu membeli sebungkus rokok di kiosnya.

Berangkat dari laporan HW itu, kemudian kepolisian Polsek Palu Barat melakukan penyelidikan terkait asal uang palsu tersebut. Seiring berjalanya waktu, pada  Rabu tanggal 3 Mei 2017, sekitar pukul 19.00 Wita, warung milik HW kembali didatangi dua orang pria, yang akan membeli rokok dengan menggunakan uang palsu, dengan sigap petugas kepolisian yang sudah melakukan pemantauan, langsung mengamankan kedua pria tersebut ke Mapolsek Palu Barat.

Dari pemeriksaan awal, kedua pelaku mengakui membelanjakan uang palsu tersebut atas suruhan tersangka ST alias Do (27 Tahun) warga asal Gorontalo.

Mendapat pengakuan itu, petugas kepolisian langsung mengamankan DO. Dari keterangan DO, petugas mendapatkan informasi bahwa uang palsu tersebut didapatkannya dari seorang wanita dengan inisial NUR alias N (44 tahun) warga BTN Pengawu.

Dalam pemeriksaan terhadap SB alias DO dan NUR alias NR, petugas kembali mendapatkan identitas salah satu tersangka yakni ASR alias AR (48 tahun) juga warga Gorontalo.

Untuk menangkap ASR polisi menyuruh ST alias DO dan NUR alias N, untuk melakukan pertemuan dengan tersangka ASR. Keduanya menghubungi ASR via seluler. Mereka sepakat untuk melakukan pertemuan di jalan Cumi-Cumi, tepatnya di depan masjid terapung.

Sekitar pukul 02.45 Wita dini hari Rabu 4 Mei 2017, ASR tiba di lokasi dengan menggunakan mobil. Saat itulah, polisi langsung mengamankan ASR beserta kendaraan yang digunakan.
 
Saat dilakukan penggeledahan, petugas berhasil menemukan barang bukti uang palsu dengan jumlah Rp166,8 juta dengan pecahan Rp100 ribu.

Kapolres Palu AKBP Christ R.Pusung SIK, dalam gelar tersangka dan barang bukti di Mapolres Palu, Jumat 12 Mei 2017 mengatakan, ketiga pelaku ditangkap berdasarkan laporan masyarakat.

“Barang bukti yang berhasil disita dari tangan ketiga pelaku uang palsu pecahan Rp100 Ribu, sebanyak 1.668 lembar, atau senilai Rp166,8 juta, satu unit mobil mini bus, warna merah maron, dengan nomor plat kendaraan DB 1257 EG, dan tiga buah HP,” urainya.

Mantan Kapolres Tolitoli itu mengaku masih akan melakukan penyelidikan terkait asal usul uang palsu tersebut.

“Saat ini, kami masih terus melakukan penyelidikan,” ungkapnya.

AKBP Christ juga mengatakan, para tersangka akan dikenakan Pasal 36 Ayat (2), Ayat (3) Jo. Pasal 26 Ayat (2), Ayat (3) undang- Undang RI Nomor 7 Tahun 2011, tentang mata uang Jo. Pasal 55 Ayat (1) Ke-e KUHP dengan ancaman pidana penjara paling lama 10 tahun dan pidana denda paling banyak Rp 50.000.000.000,- (lima puluh miliar rupiah).

Kapolres berharap pengungkapan uang palsu itu dapat memberikan efek jera bagi para pelaku pemalsuan uang palsu.

“Saya mengimbau kepada masyarakat, agar selalu waspada dan teliti saat menerima uang pembayaran, periksalah keaslian uang tersebut,” imbaunya.

Kapolres mengatakan, kemungkinan uang palsu tersebut juga sudah beredar di kabupaten. Namun, apakah terkait dengan kelompok yang di Palu atau tidak, hal itu masih dalam penyelidikan.
 

Editor : Udin Salim

Tags: 
Kirim Komentar Anda
Budayakan beri komentar terkait artikel yang ditayangkan. Komentar adalah tanggapan pribadi sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim, tidak mewakili kebijakan redaksi METROSULAWESI dot com. Redaksi berhak mengubah atau menghapus komentar sesuai dengan Pedoman Komunitas.