Tuesday, 21 August, 2018 - 06:35

Diduga Dipukul Pas HUT Bhayangkara, Orangtua Tahanan Lapor Oknum Polisi ke Propam

Sigi, Metrosulawesi.com - Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Bhayangkara ke 72 di Polres Sigi ‘Dikotori’ oleh ulah personil di jajaran Polres Sigi, yang diduga melukai fisik salah seorang tahanan.

Insiden terjadi bersamaan saat digelarnya upacara HUT Bhayangkara ke 72, yang dipusatkan Markas Komando (Mako) Polres Sigi, Rabu, 12 Juli 2018 lalu.

Sekadar diketahui saat tahanan berinisial HO dikunjungi orangtuanya, Sri Hartati Sardani. Dalam kunjungan itu, orangtua tahanan (Sri) terkejut memperoleh informasi anaknya mengalami kekerasan fisik, yang diduga dilakukan dua orang oknum personil di jajaran Polres Sigi.

“Bukan anak saya yang cerita, tapi justru tahanan lain yang bilang ke saya kalau anak saya dipukul sama anggota. Saya langsung mengamuk dan protes di luar sel. Setelah itu, saya diantar ke lantai dua, ke ruangan provos. Saya melaporkannya ke provos,” tegas Sri kepada wartawan, Jumat, 14 Juli 2018.

Dia mengaku keberatan dengan tindak kekerasan tersebut dan meminta pihak provos Polres Sigi mengusut tuntas serta memberi sanksi terhadap oknum personil itu.

“Saya tidak mau cabut laporan saya ke provos, dan anggota yang lukai anak saya itu harus dihukum,” sambungnya.

Insiden tersebut dibenarkan Kapolres Sigi, AKBP Wawan Sumantri. Saat dikonfirmasi, AKBP Wawan mengaku bahwa personilnya menyentil hidung tahanan HO. Namun ia membantah jika personilnya memukul HO.

“Setelah saya telusuri, betul insisden ini terjadi saat upacara HUT Bhayangkara berlangsung. Tapi mereka hanya menyentil hidung tahanan bersangkutan, bukan memukul. Tidak ada bekas luka di wajah yang bersangkutan, silahkan dicek,” tanggap AKBP Wawan melalui ponsel.

Meski demikian, ia mengaku tetap melayani laporan orangtua HO, dan memproses sesuai ketentuan.

“Kami proses laporan itu dan akan memberi sanksi sesuai tingkat kesalahan personil saya,” tambahnya.

Diketahui tahanan berinisial HO kini sedang menjalani proses hukum karena terjerat tindak pidana ringan (tipiring) kasus dugaan penganiayaan.