Tuesday, 19 June, 2018 - 09:11

Dihukum Rp 30 M, Bank Mandiri Palu Ajukan PK

Palu, Metrosulawesi.com - PT Bank Mandiri (Persero) Tbk Cabang Palu resmi mengajukan permohonan Peninjauan Kembali (PK) terhadap putusan Mahkamah Agung (MA) RI Nomor 488 K/PDT/2017, tanggal 15 Mei 2017 yang mengabulkan permohonan PT Tri Sakti Della Maharani.

Hal tersebut diungkapkan oleh Humas Pengadilan Negeri Palu, Lilik Sugihartono kepada Metrosulawesi, Jumat, 6 April 2018.

Lilik mengatakan, pada Jumat, 6 April 2018 (kemarin), ada seorang bernama Jeffrey Napitupulu bertindak untuk dan atas nama PT Bank Mandiri (Persero) Tbk Cabang Palu menghadap Hj Nurhasna Abdullah selaku Panitira Muda Perdata Pengadilan Negeri Palu untuk mendaftarkan dan menyerahkan 5 eksemplar memori PK terhadap putusan MA RI Nomor 488 K/PDT/2017, tanggal 15 Mei 2017 Jo putusan PT Sulteng Nomor 65/PDT/2016/PT Pal, 26 Oktober 2016 Jo putusan PN Palu Nomor 109/PDT.G/2015/PN Pal, tanggal 11 Mei 2016, dalam perkara antara PT Bank Mandiri (Persero) Tbk Cabang Palu sebagai pemohon PK melawan PT Tri Sakti Della Maharani dkk selaku termohon PK.

"PT Bank Mandiri (persero) Tbk Cabang Palu resmi melakukan PK. Meskipun PK tidak menghalangi eksekusi. Tetapi ini akan menjadi bahan pertimbangan Pengadilan Negeri Palu," ujarnya.

Pada Rabu, 4 April 2018, Ketua Pengadilan Negeri Klas IA/PHI/Tipikor Palu, Ahmad Yasin kepada Metrosulawesi menuturkan, permohonan eksekusi yang diajukan oleh Direktur Utama PT Tri Sakti Della Maharani Nicolaus Salama itu sudah diproses oleh Juru Sita, tetapi berkas tersebut belum sempat diteliti karena masih banyak berkas permohonan eksekusi perkara lain yang sudah diajukan sebelumnya. Apalagi bukan cuman permohonan eksekusi yang diurus. Masih banyak urusan lain yang harus dikerjakan.

Bahwasanya, untuk melaksanakan eksekusi terhadap PT Bank Mandiri (Persero) Tbk Cabang Palu tidak terlalu ribet sebagaimana melaksanakan eksekusi Bank Pembangunan Daerah (BPD) Sulteng beberapa waktu lalu.

Pasalnya, BPD ada saham daerah di sana, makanya agak ribet dan prosesnya lama karena perlu hati-hati. Sedangkan Bank Mandiri tidak, karena jelas badan hukumnya. Meskipun demikian, pihaknya harus tetap hati-hati dan teliti. Sikap hati-hati dan teliti ini berlaku semua penanganan perkara. Olehnya, berkas permohonan eksekusi itu menumpuk karena kita perlu hati-hati dan teliti semua berkas.

"Banyak sekali berkas permohonan eksekusi masuk, menumpuk di meja saya. Apalagi bukan cuma itu yang saya kerjakan. Yang jelas putusan perkara yang sudah berkekuatan hukum tetap itu harus dilaksanakan," kata Ahmad Yasin yang juga mantan Ketua Pengadilan Negeri Cianjur itu.

Diketahui, bahwa Direktur Utama PT Tri Sakti Della Maharani Nicolaus Salama (penggugat) sudah mengajukan permohonan eksekusi dan sita  eksekusi terhadap PT Bank Mandiri (Persero) Tbk Cabang Jalan Sam Ratulangi Palu (tergugat) kepada Ketua Pengadilan Negeri Klas IA/PHI/Tipikor Palu, Rabu, 31 Januari 2018. Pengajuan permohonan eksekusi dan sita eksekusi tersebut berdasarkan amar putusan Mahkamah Agung (MA) Nomor: 448 K/PDT/2017 Jo perkara Nomor: 65/PDT//2016/PT PAL Jo perkara Nomor: 109/Pdt.G/2015/PN Pal. Bahwasannya, putusan MA Nomor: 448 K/PDT/2017, tergugat dihukum membayar ganti rugi pada penggugat senilai Rp30.717.825.360 dengan rincian kerugian materil senilai Rp735 juta dan kerugian immateril senilai Rp29.982.825.360. 


Editor: Udin Salim