Tuesday, 19 June, 2018 - 06:49

Dikeluhkan, Jalan Rusak dan Sampah di Pasar Beteleme

RESES - Anggota DPRD Morowali Utara, H Ambo Masse Hi. Ambo Masse (tengah berkopia) bersama tokoh masyarakat dan unsur Tripika Kecamatan Lembo. (Foto: Alekson Waeo/ Metrosulawesi)

Morut, Metrosulawesi.com - Penjaringan Aspirasi Masyarakat (reses) oleh anggota DPRD Morowali Utara, H Ambo Masse di rumah kediamannya di Desa Beteleme Kecamatan Lembo, Minggu 20 Mei 2018. Hadir unsur Tripika Kecamatan Lembo, Kepala Desa Beteleme, Mart Hert Tampake, SPd  dan tokoh-tokoh masyarakat, pemuda dan agama.

H Ambo Masse yang sedianya akan di PAW (Pengganti antar waktu) namun SK PAW atas nama Moh Monde Laega dibatalkan oleh Gubernur Sulawesi Tengah ini tetap melaksanakan amanah dan tugas-tugas yang saat ini para anggota DPRD ini sedang turun di kecamatan maupun desa-desa untuk menjaring aspirasi masyarakat.

Dalam penjaringan aspirasi masyarakat yang dirangkaikan dengan buka bersama dengan warga di sekitar kediaman Hi Ambo Masse dan warga pasar Beteleme disampaikan beberapa permasalahan yang dipandang perlu diperjuangkan oleh wakil rakyat ini dalam sidang-sidang yang dilaksanakan di DPRD Morut.

Sekcam Lembo dan Kepala desa Beteleme, Mart Hert Tampake menyoroti jalan ke pasar Beteleme yang rusak parah penuh kubangan yang pernah dilakukan penimbunan atas inisiatif Kapolsek Lembo Ipda Ruben Hehi, SH. Namun saat ini kembali rusak, karena tidak sempat dipadatkan.

Selain itu, juga masalah sampah yang bertumpuk di pasar Beteleme, diminta agar desa Beteleme yang rawan sampah kiranya sudah dapat memiliki mobil sampah.

Sementara itu para tokoh pemuda juga meminta kepada anggota dewan yang berada di Komisi II ini tentang keberadaan TK PAUD alat permainan di dalam dan di luar sangat minim. Bahkan sekitar 43 orang guru honor  diminta perhatian Pemda biar hanya guru kontrak daerah, dan bangunan TK di Dusun Mata desa Korowou belum layak dijadikan sekolah TK tersebut.

Selain itu permasalahan air PAM (Perusahaan Air Minum) ada proyek air bersih di tahun 2015, namun tidak mengubah keadaan bila air berlumpur dari sumbernya juga demikian yang diterima masyarakat desa Beteleme.


Editor: Syamsu Rizal