Monday, 23 July, 2018 - 08:31

Dilarang Menerima Siswa Melebihi Kuota

PPDB - Suasana Penerimaan Peserta Didik Baru di salah satu SMK di Palu. (Foto: Moh Fadel/ Metrosulawesi)

Palu, Metrosulawesi.com - Kepala Bidang Pembinaan SMK, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Sulawesi Tengah, Dr Hatija Yahya mengatakan, saat ini proses Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) di jenjang SMK telah masuk tahapan seleksi wawancara, untuk menilai minat siswa baru dalam memilih jurusan yang diminatinya. 

“Proses wawancara di tingkat SMK diberikan waktu mulai 21-27 Juni 2018. Para siswa baru akan dilihat  minatnya untuk masuk ke jurusan yang telah dipilihnya, sekaligus memperkenalkan seperti apa jurusan yang diambilnya,” kata Hatija saat dihubunggi Metro Sulawesi, melalui ponselnya, Kamis, 21 Juni 2018.   

Setelah itu, kata Hatija, akan dilaksanakan pengumuman pada 2 Juli 2018. 

“Selain itu sekolah telah diingatkan tidak boleh menerima siswa melebihi kouta yang telah ditentukan yakni 36 setiap rombongan belajar (rombel). Jadi SMK harus menerima sesuai kapasitas kelas yang tersedia, dengan catatan tidak boleh menggunakan ruang laboratorium dan ruang praktik lainya,” ujarnya. 

Hatija berharap kepada seluruh siswa baru yang akan masuk di SMK betul-betul mengenal kompetensi keahlian yang digelutinya, kemudian dapat memperhatikan bursa-bursa kerja yang tersedia saat ini. Hal itu sangat terkait dengan masa depan siswa bersangkutan kedepan. 

“Kami sangat berharap jurusan-jurusan yang menciptakan pengangguran atau memberikan kontribusi pengangguran lebih besar untuk dihindari. Begitupun sekolah harus membatasi penerimaan terkait jurusan tersebut, sesuai dengan harapan bersama,” katanya. 

“Salah jurusan yang menciptakan pengangguran adalah Administrasi Perkantoran. Maka kami berharap jurusan ini jangan terlalu besar untuk di buka, karena jurusan tersebut relatif cukup banyak. Begitu pun jurusan Keperawatan, ini juga perlu dihindari, karena tidak sesuai kebutuhan yang ada,” ungkapnya.

Kata Hatija, penerimaan siswa baru saat ini diisi oleh generasi milenial yang diharapkan unggul dan betul-betul dapat memanfaatkan kesempatan dan waktu yang tersedia selama di bangku pendidikan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK). 

“Sehingga bisa tercipta generasi Indonesia yang kompeten,” tegasnya. 

 

Editor: M Yusuf Bj