Tuesday, 22 May, 2018 - 04:37

Diminati Hotel di Palu, Petani Sigi Tekuni Budidaya Kembang Kol

KEMBANG KOL - Tanaman jenis sayuran ini banyak diminati hotel di Kota Palu. Sehingga petani Sigi beralih menanam jenis sayuran tersebut. (Foto: Firmansyah/ Metrosulawesi)

Sigi, Metrosulawesi.com – Petani di Kabupaten Sigi, kini menekuni budidaya tanaman sayuran jenis kembang kol (Famili Brassicaceae).

Budidaya sayur kembang kol ini diyakini petani Sigi dapat meraup keuntungan besar. Karena tidak susah memasarkan produktivitas jenis sayur yang satu ini. Karena, pihak perhotelan di Kota Palu berlomba-lomba untuk membelinya.

Salah seorang petani kembang kol, Jamaluddin, kepada Metrosulawesi, Jumat, 11 Mei 2018, mengatakan ia begitu senang menanam sayuran kembang kol di kebun miliknya. Selain tanaman kembang kol secara teknis itu mudah pemeliharaanya, tetapi faktor pemasaran pun juga cepat dapat pembelinya.

“Alhamdulilah setelah panen tiba kami tidak sulit mencari pembeli. Karena kembang kol ini peminatnya banyak, termasuk orang hotel terus melobi meminta untuk membeli. Tapi kami tidak mampu melayani pembelian dalam jumlah terlalu banyak,” ungkap petani asal desa Sidera itu.

Dia menambahkan, pemeliharaan kembang kol ini dipastikannya selama 2 bulan 10 hari atau sekitar 70 hari. Setelah itu kembang bunga kol sudah bisa dipanen. Ada pun harga ditawarkan ke pembeli itu, kembang kol yang di isi dalam satu karung itu harganya Rp 400 Ribu.

“Kadang kami panen itu sampai 40 karung. Keuntungan kami selama 2 bulan itu hampir Rp 20 Juta. Makanya banyak petani beralih dari sawah padi ke kembang kol ini. Karena keuntungan dan pemasarannya lebih mudah,” pungkasnya.


Editor: Syamsu Rizal