Thursday, 16 August, 2018 - 20:14

Dinas Perdagangan dan Perindustrian Gencarkan Pemantauan Harga Bahan Pokok

Gedung kantor Dinas Perdagangan dan Perindustrian Sulawesi Tengah. (Foto: Fikri Alihana/ Metrosulawesi)

Palu, Metrosulawesi.com – Demi menekan tingginya jual beli di sejumlah pasar khusunya di Kota Palu membuat Dinas Perdagangan dan Perindustrian Sulawesi Tengah lebih menggencarkan pemantauan terkait harga bahan pokok.

“Tidak ada perubahan dengan tugas kami, hanya pantauan saja yang kami lakukan setiap hari lebih gencar terkecuali hari Sabtu dan hari libur," kata Siti Maimunah, Kepala Seksi Pemasaran Dalam Negeri dan Perlindungan Konsumen, Dinas Perdagangan dan Perindustrian Sulawesi Tengah saat dihubungi Kamis (9/8)

Menurutnya, pihaknya akan memberi peluang kepada media lain untuk ikut serta dalam memberikan informasi kepada masyarakat terkait lonjakan harga di pasar. Namun, keterbatasan anggaran yang diberikan pemerintah membuat pihaknya terkendala dalam bekerja sama dengan sejumlah media di Sulawesi Tengah khususnya di Kota Palu.

“Sebenarnya, maunya kita semua koran harus kami berikan informasi terkait supaya masyarakat tahu akan harga naik atau turunnya harga kebutuhan pokok yang ada di pasar. Hanya saja kami terkendala dengan dana,” ungkapnya.

Lanjut dia, untuk pantauan yang dilakukan oleh dinas seminggu terkahir terkait harga komoditi. Daging ayam dan telur yang merupakan harga tertinggi saat ini berkisar Rp30 ribu per kilo untuk jenis ayam broiler dan jenis ayam kampung berkisar Rp45 ribu. Sedangkan, harga telur berkisar Rp25 ribu per kilogram untuk jenis telur ayam broiler dan untuk jenis telur ayam kampung berkisar Rp50 ribu lebih.

“Untuk sementara masih ayam potong dan telur termasuk komoditi kategori yang cukup tinggi saat ini, tapi kita juga sudah upayakan menekan harga ke pedagang agar supaya harga tetap stabil. Namun, kebanyakan pedagang mengeluh bahwa kendalanya di pakan ternak. Karena kita ketahui sendiri selama ini rata–rata harga pakan ternak juga cukup tinggi dan didatangkan dari luar atau impor. Apalagi, KURS kita anjlok melemah terhadap pergerakan dolar AS,” ujarnya.

Sementara harga cabe merah berkisar Rp25 sampai Rp26 ribu perkilo. Sedangkan harga cabe rawit hijau berkisar antara Rp35 sampai Rp40 ribu per kilogram dan untuk cabe rawit merah berkisar antara Rp40 sampai Rp45 ribu per kilogram. Tergantung vertulasi atau iklim cuaca di daerah tersebut.

“Pertengahan sampai akhir bulan Juli kemarin harga tomat pernah tembus mencapai Rp18 ribu per kilogram. Jadi kalau sekarang pantauannya sekitar Rp12 ribu itu sudah turun bahkan ada yang sampai Rp10 ribu. Sedangkan kacang tanah Rp25 sampai Rp26 ribu per kilogram, kacang hijau Rp20 sampai Rp21 ribu per kilogram,” pungkasnya.  

Dia mengungkapkan laporan pantauan yang masuk dari tiga belas kabupaten yang ada di Sulawesi Tengah sangat lambat. Ini dikarenakan biaya anggaran di sebagian daerah sangat kecil dibandingkan dengan ibu kota provinsi. Namun, pihaknya akan tetap mengupayakan dan mencocokan data akomodir yang masuk dari kabupaten dan kota.

“Mereka mengirim data kemari biasa nanti satu bulan karena ada kabupaten tertentu seperti kendala anggaran pendapatan biaya daerah (APBD) wilayah sana sangat sedikit. Jadi petugas pemantau di daerah biasa satu minggu sekali mereka melakukan pemantauan. Kemudian mereka  mengirim laporan nanti sudah bulan baru kami terima, mereka tumpuk dulu laporannya," ungkapnya.


Editor: Pataruddin