Monday, 20 November, 2017 - 07:44

Dinas PU Buol Lambat Lelang Proyek Fisik

LAMBAT - Proyek pembuatan Taman Anjungan Leok di Kabupaten Buol yang menjadi temuan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK). Pemenang lelang pekerjaan yang terbesar di Buol itu adalah CV Zahra Utama Konstruksi dengan anggaran sebesar Rp 900 juta. (Foto : Agus Rioeh/ Metrosulawesi)

Buol, Metrosulawesi.com - Kepala Dinas Pekerjaan Umum Kabupaten Buol Supangat mengakui rendahnya serapan anggaran pada kegiatan pada dinas yang dipimpinnya pada awal tahun 2017, khususnya pekerjaan fisik.

Keterlambatan ini disebabkan pelaksanaan tender lelang yang terlambat. Perencanaan dan pelaksanaan kegiatan pada tahun yang bersamaan sehingga terjadilah keterlambatan tender. Akibatnya, waktu pelaksanaan waktu kegiatan menjadi molor.

Karena itu, kata dia, proses perencanaan untuk tahun 2018 mendatang akan dikerjakan pada akhir tahun 2017 yang bertepatan dengan anggaran perubahan. Sehingga, antara proses perencanaan, tender, sampai pada kegiatan pekerjaan fisik dapat sinkron waktunya dan sekaligus tepat dengan jadwal yang ada dalam perencanaan.

Kepada konsultan perencana, diharapkan agar berbuat yang lebih baik di dalam pembuatan perencanaan tahun 2018.

“Kami juga berupaya melakukan pada akhir tahun 2017 apabila ada biaya/ dana dianggaran perubahan TA.2017 Kabupaten Buol sehingga berbagai permasalahan kegiatan khususnya pada penyerapan dana segera dapat teratasi,” kata Supangat kepada Metrosulawesi ditemui pada 3 Mei 2017.

Keterlambatan pekerjaan fisik di Kabupaten Buol terungkap pada rapat rapat evaluasi terkait serapan angggaran sampai dengan per 31 Maret 2017 yang digelar Tim Evaluasi dan Pengawasan Realisasi Anggaran (TEPRA) APBD Kabupaten Buol, belum lama ini.

Data yang diperoleh Metrosulawesi, capaian realisasi APBD Kabupaten Buol per 31 Maret 2017 yaitu belanja tidak langsung dalam Pagu Rp. 474.982.048.048.26, yang terealisasi Rp. 61.177.735.170 atau 12,88 %. Sedangkan untuk belanja langsung dalam pagu Rp. 449.297.095.312.74, terealisasi Rp. 20.673.105.127 atau 4,60 %.

Sedangkan untuk total belanja adalah pagu Rp. 924.279.143.361.00, sedangkan realisasi baru mencapai Rp. 81.850.840.647 atau 8,86 %. Rendahnya daya penyerapan dana APBD terlihat pada bidang keuangan target 22% hanya dapat terealisasi 8,86 % sehingga deviasi 13,14 %. Sedangkan pada bidang fisik target 23% terealisasi hanya 12,46 % dan deviasi 10,54 %.

Kepala Bagian Pembangunan Setda Kabupaten Buol Muhamad Lahamade mengatakan, OPD khusus pengelola paket lelang pada kegiatan fisik konstruksi diminta agar secepatnya melakukan proses pembenahan administrasi terkait dengan syarat-syarat dalam pelaksanaan pelelangan.

Hal itu, kata dia untuk menjaga jangan sampai terdapat kesalahan yang mengakibatkan kegagalan fatal pada kegiatan yang akan dilaksanakan.

Taman Anjungan Leok Jadi Temuan BPK

Sementara itu, proyek pembuatan Taman Anjungan Leok di Kabupaten Buol menjadi temuan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK). Pemenang lelang pekerjaan yang terbesar di Buol itu adalah CV Zahra Utama Konstruksi dengan anggaran sebesar Rp 900 juta.

Hans Munaya, kuasa usaha CV Zahra Utama Konstruksi dikonfirmasi Metrosulawesi, 5 Mei 2017, mengatakan, lelang baru dilaksanakan pertengahan bulan Oktober. Ketika itu, kata dia masih lagi memakan waktu yang panjang seperti pembuatan gambar, penyempurnaan gambar, maupun pekerjaan teknis lainnya belum sesuai dengan perencanaan awal.

Selain itu, halangan-halangan lain di lokasi seperti digunakan untuk pertandingan olahraga, upacara, dalm lainnya sehingga tepatnya kegiatan ini baru laksanakan pada minggu ke-3 pertengahan November. Walaupun diakuinya juga sampai 31 Desember 2016 nilai pekerjaan fisik baru mencapai 49%.

Selain Hans Munaya, beberapa kontraktor yang bermukim di Buol juga mengakui keterlambatan proses lelang. Belum adanya proyek pekerjaan yang dilaksanakan pada saat ini sudah TW II dan tinggal beberapa saat lagi masuk TW.III untuk TA. 2017 lelang pekerjaan masih belum juga berjalan seperti yang diharapkan.


Editor : Syamsu Rizal

Kirim Komentar Anda
Budayakan beri komentar terkait artikel yang ditayangkan. Komentar adalah tanggapan pribadi sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim, tidak mewakili kebijakan redaksi METROSULAWESI dot com. Redaksi berhak mengubah atau menghapus komentar sesuai dengan Pedoman Komunitas.