Sunday, 25 June, 2017 - 02:58

Dinkes Parimo Programkan Peningkatan Kecukupan Gizi

TENSI DARAH - Salah satu petugas kesehatan melayani periksa tekanan darah. (Foto : Dok)

Parigi, Metrosulawesi.com – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Parigi Moutong (Parimo), Programkan Peningkatan Kecukupan Gizi Ibu dan Anak di tahun 2017, Program tersebut bertujuan untuk menekan angka kematian ibu (AKI) dan Angka Kematian Bayi (AKB).

Sekretaris Dinkes Parimo, I Gede Widiadha saat ditemui awak media ini mengatakan, bahwa program ini bukan hanya dalam bentuk makanan tambahan di setiap Posyandu seperti biasanya, tetapi juga sosialisasi dan penyuluhan kepada masyarakat tentang bagaimana cara mengolah bahan pangan untuk memenuhi kebutuhan gizi ibu dan anak, untuk mempercepat turunnya AKIA agar Indeks Pembangunan Manusia (IPM) bisa naik, sebab kecukupan gizi merupakan salah satu kebutuhan bagi ibu dan anak. “Salah satu strategi yang dilakukan adalah perbaikan gizi, karena dari data yang kami himpun, masih ada kasus gizi kurang dan gizi buruk,” ujar I Gede belum lama ini di ruang kerjanya.

Lanjut Gede, gizi buruk masih ditemukan pada balita dan gizi kurang pada ibu hamil. Padahal, kekurangan gizi akan mempengaruhi kualitas hidup dan akan beresiko saat melahirkan dan mempengaruhi iQ bayi. 

“Kalau kita mau menekan angka kematian ibu dan bayi bukan hanya melihat dari segi penanganan saat melahirkan tetapi juga sejak bayi dalam kandungan ibu dan bayi harus sehat,” tutur Gede.

Ia menambahkan, bahwa makanan tambahan yang sudah rutin dilakukan di Posyandu tidak cukup, sehingga harus ada sosialisasi tentang bagaimana cara mengolah makanan sehat. Karena kasus gizi buruk dan kurang gizi bisa ditekan jika masyarakat secara umum mengetahui mengolah makanan sehat, terlebih lagi bagi ibu hamil dan balita.

“Cadangan pangan kita cukup, tetapi pola makanan yang harus benar agar tidak ada lagi gizi kurang apalagi gizi buruk,” tandasnya.
 

Editor : Udin Salim

Kirim Komentar Anda
Budayakan beri komentar terkait artikel yang ditayangkan. Komentar adalah tanggapan pribadi sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim, tidak mewakili kebijakan redaksi METROSULAWESI dot com. Redaksi berhak mengubah atau menghapus komentar sesuai dengan Pedoman Komunitas.