Friday, 20 April, 2018 - 22:54

Disdik Palu Kawal Ketat PPDB 2018

PENGUMUMAN - Sejumlah siswa saat melihat papan pengumuman PPDB pada salah satu sekolah di Kota Palu. (Foto: Ist)

Palu, Metrosulawesi.com - Dinas Pendidikan Kota Palu akan mengawal ketat Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) tahun ajaran 2018/2019 untuk jenjang SD dan SMP. Kata dia, pihaknya akan tetap mengacu pada sistem zonasi sesuai penetapan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan RI serta arahan Walikota Palu.

Demikian dikatakan Kepala Dinas Pendidikan Kota Palu, Ansyar Sutiadi di ruang kerjanya, Selasa, 3 April 2018. 

“ini agar terjadi pemerataan pada sekolah-sekolah di Kota Palu. Pada 2017, kami juga telah memfasilitasi semua sekolah dengan harapan kualitasnya bisa sama,” ujar Ansyar. 

Ansyar mencotohkan di SMP Negeri 21 Palu yang terletak di Limra, Kelurahan Pantoloan Boya, untuk wilayah utara sekolah tersebut sudah melaksanakan UNBK. Padahal sekolah ini terlatak paling ujung Kota Palu. 

“Begitupun di SMPN 22 Palu sudah melaksanakan UNBK, serta sekolah-sekolah lainnya yang kami sudah rehab dan kami bantu sarana prasarananya, menempatkan guru dan kepala sekolah yang memiliki pengalaman bagus, inilah bentuk pemerataan yang kami lakukan,” jelasnya. 

Olehnya, Ansyar berharap orang tua peserta didik jangan ragu dengan sistem zonasi yang diberlakukan saat ini. 

“Kami akan kawal ketat sistem zonasi ini. PPDB tahun ini akan dibuka pada Juli bagi jenjang SD dan SMP,” ujarnya. 

Ansyar juga menekankan agar orang tua peserta didik tidak memasukkan anaknya yang masih dibawah umur pada jenjang pendidikan SD. 

“Jika masih usianya dibawah 6 tahun, biarkanlah bersekolah di Taman Kanak-Kanak (TK), karena di usia itu masa-masa untuk bermain, belum masa belajar,” jelasnya. 

Kata Ansyar, menurut para ahli, anak yang berusia dibawah 6 tahun memiliki otak emas yang masih membutuhkan rangsangan. 

“Ketika rangsangan ini baik, maka saat belajar mereka bisa lebih cepat mengerti dan lebih baik menyerap pengetahuan,” katanya. 

Selain itu, Ansyar mengatakan pihaknya akan berupaya agar seluruh anak di Kota Palu bersekolah. 

“Tidak boleh ada alasan apapun, semua harus sekolah. Jadi saya berharap kepada masyarakat Kota Palu, jika menemukan masyarakat yang usianya sudah masuk untuk pendidikan SD dan SMP namun tidak sekolah, laporkan ke Disdik Palu, kami akan masukkan mereka ke sekolah,” katanya. 

“Persyaratan masuk sekolah bisa menyusul, asalkan ada kepedulian dari orang tua untuk anaknya sekolah. Jangan sampai telah diberikan keringanan pesyaratan masuk ke sekolah, kemudian orang tua tidak peduli, misalnya tidak mengurus Kartu Keluarga dan dokumen lainnya. Kartu Keluarga ini sangat diperlukan, apalagi untuk siswa tidak mampu,” katanya. 

Ansyar juga menegaskan bahwa tidak ada lagi pungutan biaya pendidikan pada jenjang SD dan SMP di Kota Palu, karena semua dana sekolah telah di bebankan pada APBN dan APBD. 

“Jadi jika ada anak tidak bersekolah, saya bingung juga apa alasanya, karena sudah gratis. Jika memang terkendala dokumen kependudukan, lapor ke saya, kami tetap berusaha masukan anaknya dulu ke sekolah, urusan pesyaratan nanti belakangan,” ungkapnya.

“Jangan hanya alasan orang tua saja tidak mau menyekolahkan anaknya. Bahkan ada beberapa kasus saya melihat anak-anak dimanfaatkan untuk bekerja, marilah kita ubah pola pikir seperti itu,” katanya. 

 

Editor: M Yusuf Bj