Thursday, 23 November, 2017 - 08:13

Diserbu, Pol PP Lari Tunggang Langgang

SETELAH DIOBRAK-ABRIK - Pedagang membersihkan rongsokan kayu dari meja serta dan kas kayu miliknya yang dihancurkan oleh petugas Pol PP, Kamis 11 Agustus 2016. (Foto : Eddy/ Metrosulawesi)

Ketika Pedagang Manonda Emosi atas Arogansi Satpol PP

Palu, Metrosulawesi.com - Aparat Satuan Polisi Pamong Praja (Pol PP) Kota Palu sekira pukul 08.45 Wita, terlibat bentrok dengan pedagang di Pasar Inpres Manonda Palu. Bentrokan terjadi setelah para pedagang marah atas penertiban yang dilakukan aparat Satpol PP Kota Palu yang terkesan arogan.

Bentrokan bermula saat Aparat Satpol PP Kota Palu yang disiagakan di sekitar Pasar kembali menertibkan sejumlah pedagang yang berada di sekitar Pasar Inpres Manonda Palu. tepatnya di jalan Cempedak, Kamis 11 Agustus 2016.

Menurut salah seorang pedagang, bentrokan itu bermula saat aparat Satpol PP Kota Palu mengobrak-abrik salah satu tempat berjualan milik warga di Jalan Cempedak Palu Barat. Saat itu, sejumlah oknum Satpol PP memasuki tempat berjualan milik Haji Iyan dan langsung menyita beberapa dagangan yang berupa sayur, yang disimpan di dalam rumah diangkut ke mobil.

Sementara anggota Satpol PP lainnya membongkar papan meja serta mengeluarkan sejumlah kotak yang terbuat dari kayu. Kotak-kotak itu diletakkan di depan rumah kemudian dihancurkan.

Akibat tindakan itu pedagang yang sudah emosi tanpa dikomando, puluhan pedagang tersebut mengejar anggota Satpol PP hingga Posko Satpol PP yang terletak di perempatan Jalan Kemiri-WR Supratman, seluruh personel Satpol PP pun berlarian digempur batu oleh para pedagang, tidak berhasil mendapatkan personel Satpol PP, pedagang yang sudah tersulut emosinya itu melampiaskan kemarahan mereka ke tenda posko Satpol PP dengan meobohkan tenda dan merusak atribut Satpol PP seperti tameng dan barang-barang lainnya yang ada di Posko tersebut.

H.Iyan pemilik rumah tersebut mengatakan, barang yang disita itu bukan barang dagangan, melainkan barang sisa dari pembongkaran sayur yang dilakukan saat pagi dini hari, di wilayah sekitar pasar Manonda atau tepatnya di eks terminal Donggala, yang memang dijadikan tempat untuk melakukan bongkar muatan barang dagangan seperti sayur mayur.

H.Iyan juga mempersilakan wartawan melihat rekaman CCTV yang dipasang di depan tokonya, bagaimana arogansi personal Satpol PP itu bertindak.

“Silakan dilihat sendiri rekamannya. Apa tidak arogan namanya kalau begini,” ujarnya.

Dari wawancara pada sejumlah pedagang, mereka mengatakan pihaknya bisa menerima penertiban itu, karena efeknya buat ketertiban dan kelancaran serta kerapian pasar. Hanya saja perlu dilakukan lebih manusiawi dan sesuai koridor aturan.  

“Kita senang dengan penertiban ini, tapi caranya itu, yang manusiawi lah, kita ini hanya mencari makan dengan cara halal,” kata seorang pedagang.

Sementara itu Abdul Muthalib, ketua RT setempat mengaku bahwa dia sempat dihubungi oleh pemilik rumah yang keberatan dengan pembongkaran rumahnya. Saat itu pula dia ke lokasi kejadian dan menemukan sisa-sisa papan yang dirusak dan ditinggal begitu saja oleh oknum Satpol PP di depan rumah Haji Iyan.

“Saya langsung telepon Pak Sutrisno di Pemkot, saya tanya kenapa arogan begitu? Saya tanya juga kalo sedang ada perintah penertiban, mana suratnya? Ini aksi arogan,” kata Abdul Muthalib kepada wartawan.

Setelah sempat saling kejar dan saling lempar dengan menggunakan batu, suasana di sekitar Pasar manonda kembali Kondusif, setelah sejumlah personel kepolisian dari Sektor Palu Barat tiba di tempat kejadian. Polisi mengamankan lokasi dan menghalau pedagang yang terus mencoba mengejar petugas Satpol PP.

Hingga berita ini diturunkan, sejumlah personil polisi masih berjaga-jaga di sekitar pasar. Sementara pedagang terlihat masih ada yang bergerombol di jalan-jalan namun sebagiannya melanjutkan kembali ativitas perdagangannya.


Editor : Udin Salim

Kirim Komentar Anda
Budayakan beri komentar terkait artikel yang ditayangkan. Komentar adalah tanggapan pribadi sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim, tidak mewakili kebijakan redaksi METROSULAWESI dot com. Redaksi berhak mengubah atau menghapus komentar sesuai dengan Pedoman Komunitas.