Sunday, 24 September, 2017 - 16:42

Dishub Palu Tegaskan Plat Hitam Dilarang Masuk Terminal

Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Palu bersama Organda dan jajaran Ditlantas Polda Sulteng menggelar pertemuan, Kamis pekan lalu terkait tuntutan pemilik angkutan kota (angkot) soal mobil sewa plat hitam yang dilarang masuk ke terminal. (Foto : M Yusuf BJ/ Metrosulawesi)

Palu, Metrosulawesi.com - Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Palu bersama Organda dan jajaran Ditlantas Polda Sulteng menggelar pertemuan, Kamis pekan lalu terkait tuntutan pemilik Angkutan Kota soal mobil sewa plat hitam yang dilarang masuk ke terminal di Kota Palu.

Dalam pertemuan ini, para pemilik angkot mempertanyakan mobil sewa plat hitam yang dilarang masuk ke terminal Mamboro maupun Tipo. Menurut mereka, hal itu menyebabkan mobil sewa plat hitam bebas berkeliaran di dalam Kota Palu yang merugikan pemilik angkot.

Kasat PJR Ditlantas Polda Sulteng AKBP Mat Paransa dalam pertemuan tersebut mengatakan berdasarkan peraturan perundang-undangan, mobil sewa plat hitam dilarang untuk memasuki terminal.

“Terminal tempatnya angkutan umum berplat kuning. Mobil sewa plat hitam dilarang berada  di terminal, UU tidak memperbolehkan hal itu. Angkutan umum adalah kendaraan yang mengambil penumpang umum. Jadi tidak boleh mobil sewa plat hitam ambil penumpang umum di terminal. Ini bertentangan dengan aturan,” tegasnya.

Apalagi, kata Mat Paransa, saat ini pemerintah menggalakkan pelayanan publik bebas pengutan liar (pungli) dengan membentuk satuan Tugas Sapu Bersih Pungli (Saber Pungli).

“Penegakkan Saber Pungli saat ini lagi difokuskan oleh pemerintah, khususnya melalui PJR dan Gakkum. Terminal tdk diperuntukkan untuk kendaraan plat hitam. Jika ingin plat hitam bisa masuk terminal, maka platnya haruis kuningkan dulu. Jika ingin begitu, maka harus berhubungan dengan Dishub. Insyaallah Dishub bisa memberikan kemuddahan untuk itu,” katanya.

Mat Paransa mengatakan pihaknya akan menindak tegas mobil sewa plat hitam yang masuk terminal.

“Perlu diketahui, mobil sewa plat hitam tidak ditanggung keselamatan penumpangnya oleh Jasa Raharja. Sehingga jika terjadi kecelakaan, tidak ada asuransinya. Ini perlu diketahui masyarakat. Angkutan plat hitam mengambil penumpang di terminal pasti akan kami tindak. Yang jelas kedepannya, soal ini akan lebih kami tertibkan lagi,” ungkapnya.

Sementara itu, Kepala Bidang Lalu lintas dan Pengawasan Dishub Kota Palu, Denny R Sumolang mengatakan angkutan sewa  termasuk dalam bagian angkutan orang tdk dalam trayek.

“Dalam UU yang baru tentang angkutan umum, angkutan orang tidak dalam trayek adalah angkutan yang memiliki tujuan tertentu, termasuk di dalamnya mobil sewa. Angkutan dengan tujuan tertentu termasuk mobil sewa tidak diperkenankan memasuki terminal,” katanya.

Hal senada disampaikan Kepala Dinas Perhubungan Kota Palu Ajenkris. Kata dia, pihaknya akan tetap melarang mobil sewa plat hitam masuk ke terminal di Kota Palu.

“Mobil sewa plat hitam tetap kami larang masuk di Terminal Mamboro dan Tipo. Karena ini sesuai dengan aturan perundang-undangan. Insyaallah hal ini bisa kita sepakati bersama,” ungkapnya.

Hal tersebut diamini Ketua DPC Organda Kota Palu Kamaruddin. Kata dia, pengusaha angkutan umum di Kota Palu akan berusaha mentaati aturan perundang-undangan yang berlaku.

“Kita jangan menciptakan aturan baru,agar tidak ada pelanggaran. Kita harus bisa mufakat berdasarkan UU,” katanya.

Namun Kamaruddin menyoroti terbitnya aturan non trayek. Menurutnya, hal itu untuk meloloskan perusahaan mobil sewa Uber dan Grade.

“Dengan adanya aturan non trayek yang diterbitkan, Organda atau PO gigit jari. Karena mobil sewa jenis Avanza dan Innova tdk masuk terminal. Mohon pemerintah memberikan perhatian khusus terkait terbitanya aturan ini,” katanya.

“Mudah-mudahan Saber Pungli yang lagi digalakkan pemerintah saat ini membawa angin segar buat pengusaha angkutan umum. Kami juga ingin agar pemerintah membina para pengusaha angkutan umum dan tidak mempersulit kami ketika ada masalah dengan memberika kebijakan yang santun,” tambahnya.

Kirim Komentar Anda
Budayakan beri komentar terkait artikel yang ditayangkan. Komentar adalah tanggapan pribadi sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim, tidak mewakili kebijakan redaksi METROSULAWESI dot com. Redaksi berhak mengubah atau menghapus komentar sesuai dengan Pedoman Komunitas.