Wednesday, 24 May, 2017 - 04:28

Disperindag Sulteng Bentuk Satgas Jelang Ramadan

PANTAU BERAS - Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Sulawesi Tengah Abubakar Almahdali (kedua dari kanan) saat mendampingi Dirjen PKTN Kementerian Perdagangan memantau stok beras di Gudang Bulog, baru-baru ini. (Foto : Tahmil Burhanudin/ Metrosulawesi)

Ketersediaan Stok Aman

Palu, Metrosulawesi.com - Menghadapi momen Ramadan kali ini dipastikan harga kebutuhan pokok khususnya komoditas-komoditas utama dapat terjaga. Selain sudah adanya aturan harga eceran tertinggi (HET) untuk sejumlah komoditas, pemerintah di daerah juga sudah menyiapkan berbagai jurus menghadapi potensi lonjakan harga pada momen Ramadan dan Lebaran.

Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Sulawesi Tengah membentuk Satuan Tugas (Satgas) Pangan untuk menghadapi Ramadan, tugasnya untuk menjaga dan memantau harga serta kualitas ketersediaan komoditas selama Ramadan yang akan berlangsung.

“Kemarin kita sudah bentuk Satgas Pangan di Polda, tapi di dalamnya ada juga dinas-dinas terkait yang bersangkutan tentang penelitian bahan-bahan berbahaya yang beredar serta untuk memantau parsel-parsel yang kedaluwarsa,” kata Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Sulawesi Tengah Abubakar Almahdali kepada metrosulawesi, Selasa 9 Mei 2017.

Untuk mencegah beredarnya bahan makanan daur ulang selama momen Ramadan pihaknya juga telah menerima masukan dari pihak Balai Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM).

Selain upaya menjaga harga dan kwalitas komoditas selama Ramadan, Disperindag juga memastikan stok kebutuhan pangan aman untuk memenuhi kebutuhan dan permintaan masyarakat yang meningkat.

“Kepada distributor, kita cek di gudang langsung. Stok tidak ada masalah, dan harga HET juga sudah mulai diterapakan. Itu (program HET) mulai dari peritel modern dulu nanti pasti pedagang tradisional dan kios-kios akan mengikut karena mereka akan rugi juga kalau jual lebih mahal sebab tidak akan ada yang mau beli,” ujarnya saat dihubungi.

“Dengan HET ini sebenarnya merupakan satu cara untuk menjaga harga komoditas menjelang Ramadan,” kata dia.

Ia mengakui, melihat fenomena di tahun-tahun sebelumnya, harga kebutuhan pokok saat Ramadan dan Lebaran memang selalu mengalami lonjakan harga sehingga pada momen yang sama di tahun ini pun masih akan terjadi kenaikan harga kebutuhan pokok. Namun, dengan berbagai upaya yang dilakukan pemerintah dia meyakini kenaikan harga yang akan terjadi tidak akan terlalu tinggi.

“Kalau kenaikannya wajar kita masih toleransi, nah kalau nanti kenaikannya sudah tinggi itu menimbulkan kecurigaan,” sebutnya.

Dia menyebutkan, salah satu penyebab naiknya kebutuhan pokok biasanya dipengaruhi kurangnya stok, sementara kebutuhan dan permintaan masyarakat sangat tinggi. “Kalau stok ada, aman.”

Terkait harga bawang putih yang mengalami kenaikan beberapa hari terakhir menjelang Ramadan kali ini, Ia mengaku disebabkan komoditas yang satu ini memang merupakan komoditas impor sehingga sulit mengendalikan harganya jika stok berkurang. Namun pihaknya tetap melakukan upaya dengan berkoordinasi dengan pihak distributor.

“Kita berkoordinasi ke Surabaya, kita sudah mencoba,” tandasnya.

“Tapi tidak seperti bawang merah yang banyak dibutuhkan masyarakat, bawang putih kan penggunaannya tidak terlalu banyak,” katanya. Sehingga, kenaikan harga bawang putih dampaknya tidak akan sebesar kenaikan harga pada bawang merah atau cabai beberapa waktu lalu.

Sementara itu, upaya lain yang dilakukan Disperindag untuk menghadapi Ramadan akan dilakukan pasar murah. Rencananya pasar murah pertama menjelang Ramadan akan dilakukan pada 23-24 Mei 2017 mendatang di Jalan Poebongo, Palu.

Kirim Komentar Anda
Budayakan beri komentar terkait artikel yang ditayangkan. Komentar adalah tanggapan pribadi sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim, tidak mewakili kebijakan redaksi METROSULAWESI dot com. Redaksi berhak mengubah atau menghapus komentar sesuai dengan Pedoman Komunitas.