Friday, 28 April, 2017 - 07:09

Error message

  • Warning: Invalid argument supplied for foreach() in views_join->build_join() (line 1548 of /home/metrosulteng/public_html/profiles/openpublish/modules/contrib/views/includes/handlers.inc).
  • Warning: Invalid argument supplied for foreach() in views_join->build_join() (line 1548 of /home/metrosulteng/public_html/profiles/openpublish/modules/contrib/views/includes/handlers.inc).
  • Warning: Invalid argument supplied for foreach() in views_join->build_join() (line 1548 of /home/metrosulteng/public_html/profiles/openpublish/modules/contrib/views/includes/handlers.inc).
  • Warning: Invalid argument supplied for foreach() in views_join->build_join() (line 1548 of /home/metrosulteng/public_html/profiles/openpublish/modules/contrib/views/includes/handlers.inc).

Distribusi Logistik Pilkada Buol Rawan Dihadang Banjir

Alamsyah Butudoka. (Foto : Dok Metrosulawesi)

Palu, Metrosulawesi.com - Komisi Pemilihan Umum (KPU) Buol mempercepat pendistribusian logistik pilkada untuk daerah-daerah yang rawan bencana longsor dan banjir. Rencananya pendistribusian akan dilaksanakan satu hari lebih cepat dari jadwal semula.

“Beberapa wilayah akan distribusikan pada tanggal 13 Februari karena mengingat daerah rawan banjir dan longsor,” ungkap Komisioner KPU Buol Alamsyah kepada Metrosulawesi dihubungi dari Palu, Jumat 10 Februari 2017.

Dia mengatakan, jadwal pendistribusian yang semestinya 14 Februari dipercepat karena cuaca yang tidak menentu jelang pelaksanaan pungut hitung yang akan digelar 15 Februari 2017.

Alamsyah menegaskan, semua logisitik atau kelengkapan di TPS sudah harus tiba di KPPS paling lambat sehari sebelum pelaksanaan pungut hitung.

Dia mengatakan, hasil koordinasi dengan berbagai pihak ditetapkan bahwa kecamatan yang rawan banjir seperti Momunu, Bokat, Bukal dan Tiloan. Sedangkan yang rawan longsor seperti Kecamatan Paleleh dan Paleleh Barat. Beberapa kecamatan tersebut yang menjadi perhatian serius KPU Buol dalam pendistribusian loguistik pilkada.

KPU Buol juga berkoordinasi dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah untuk mengantisipasi jika terjadi banjir pada saat distribusi logistik. Bahkan, perahu karet akan dipinjam dari badan penanggulangan bencana agar petugas pendistribusian bisa menerobos banjir.

Begitu juga pada saat hari pemungutan dan penghitungan suara telah diantisipasi lebih awal dengan menempatkan TPS di lokasi-lokasi yang bebas banjir.

“Di daerah yang rawan banjir, kami telah mengimbau KPPS agar TPS dibangun di tempat yang aman dari banjir dengan catatan tidak boleh jauh dari pemilih atau mudah dijangkau,” jelas Alamsyah.

Sementara itu, beberapa logistik telah didistribusikan ke KPPS seperti formulir C6 atau surat pemberitahuan untuk memilih kepada warga. Bahkan, di beberapa kecamatan surat ini sudah sampai di tangan warga. Beberapa kecamatan mendistribusikan C6 pada Sabtu 11 Februari disaksikan Panwas dan kepolisian.

Alamsyah mengatakan, paling lambat dua hari sebelum pelaksanaan pungut hitung C6 sudah terdistribusi. Dan, kalaupun ada yang tidak terdistribusi, kata Alamsyah maka C6 tersebut harus diserahkan oleh KPPS kepada PPS.

C6 tersebut harus diamankan oleh pihak penyelenggara untuk memastikan agar tidak disalahgunakan.

“Satu hari sebelum pungut hitung, C6 atau surat pemberitahuan yang tidak terdistribusi kepada warga harus diserahkan ke PPS,” tegasnya.

Sementara, surat suara dan kelengkapan TPS lainnya sudah dalam kotak dan siap didistribusikan. Namun, untuk memastikan tepat jumlah akan disortir dengan disaksikan Panwas dan kepolisian.

Alamsyah menguraikan, kebutuhan surat suara di pilkada Kabupaten Buol yakni 98.292. Angka tersebut sudah termasuk cadangan 2,5 persen dari kebutuhan setiap TPS. Adapun jumlah DPT di Buol yakni 95.735 orang.

Kirim Komentar Anda
Budayakan beri komentar terkait artikel yang ditayangkan. Komentar adalah tanggapan pribadi sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim, tidak mewakili kebijakan redaksi METROSULAWESI dot com. Redaksi berhak mengubah atau menghapus komentar sesuai dengan Pedoman Komunitas.