Sunday, 27 May, 2018 - 01:39

Distributor Albothyl Terancam Pidana, BPOM Beri Waktu Hingga 15 Maret

Safriansyah. (Foto: Michael Simanjuntak/ Metrosulawesi)

Palu, Metrosulawesi.com - Distributor albothyl terancam sanksi pidana apabila tidak segera menarik produknya dari pasaran. Kepala Balai POM Palu, Safriansyah mengungkapkan, albothyl merupakan produk pereda sariawan yang dibekukan izin edarnya oleh BPOM Pusat terhitung mulai 15 Februari 2018, karena mengandung policreculen dalam bentuk cairan obat luar.

“Mereka bisa kita kenakan sanksi pidana sesuai Undang-undang Kesehatan karena mengedarkan produk yang tidak memiliki izin edar,” ungkap Safriansyah di Palu, Senin, 19 Februari 2018.

Dia menerangkan untuk wilayah Sulteng, ada tiga distributor yang menyalurkan albothyl yakni PT Unoson, PT Matakar Pantam dan PT Penta Valent. Distributor itu diberi waktu hingga 15 Maret mendatang untuk menarik produk albothyl.

“Balai POM di daerah akan mengawal itu sampai penarikan tuntas hingga 15 Maret. Distributor diberi waktu sebulan terhitung sejak izin edar dibekukan pada 15 Februari lalu,” terangnya.

Pihak distributor diberi waktu yang cukup karena albothyl termasuk kategori produk bebas terbatas yakni produk yang bebas dipasarkan dimanapun tanpa harus resep dokter. Artinya selain di apotik dan toko obat, albothyl juga diperjualbelikan di kios dan warung-warung.

“Kami sudah berkoordinasi dengan distributor albothyl di Palu, mereka menyatakan siap melakukan penarikan sesegera mungkin dalam batas waktu yang sudah ditentukan itu. Kami Balai POM di daerah pasti akan memantau perkembangan upaya penarikan produk albothyl,” kata Safriansyah.

Balai POM Palu dikatakan Safriansyah belum menerima keluhan atas produk albothyl pasca pembekuan izin edar. Namun dia meminta kepada seluruh masyarakat yang sudah bergantung pada produk tersebut dalam mengobati sariawan agar segera beralih produk lain yang lebih aman.

"Terkadang ada masyarakat karena sudah nyaman menggunakan suatu produk tidak mau beralih keproduk lain. Makanya kita minta dukungan masyarakat untuk mengganti albothyl dengan produk lain. Jangan lagi menggunakannya karena banyak produk yang dapat mengobati sariawan selain albothyl," tandas Safriansyah.          


Editor: Udin Salim

You voted 'Terinspirasi'.