Monday, 23 July, 2018 - 06:07

Distributor Diberi Waktu 30 Hari Tarik Produk Ikan Kaleng Bercacing

PRODUK BERCACING - Tim gabungan Pemerintah Provinsi Sulteng dan Pemerintah Kota menyisir peredaran ikan kaleng bercacing di Palu, Selasa, 3 April 2018. (Foto: Michael Simanjuntak/ Metrosulawesi)

Palu, Metrosulawesi.com - Tim gabungan Pemerintah Provinsi Sulteng dan Pemerintah Kota Palu melakukan penyisiran ke sejumlah pusat perbelanjaan di Palu, guna mencari tahu peredaran ikan kalengan bercacing, Selasa, 3 April 2018.

Tim ini terdiri atas Balai Pengawas Obat dan Makanan (BPOM), Balai Karantina Perikanan, Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag), Dinas Kelautan dan Perikanan, Dinas Kesehatan, Dinas Pangan dan Kepolisian Daerah (Polda) Sulteng. Tim memulai penyisiran di salah satu pusat perbelanjaan di jalan Dewi Sartika Palu. 

Di pusat perbelanjaan itu, tim mendapati ikan kalengan merek makarel yang telah dinyatakan BPOM Pusat mengandung cacing. Tim kemudian meminta pihak pengelola agar tidak menjual lagi ikan kalengan tersebut.

Ikan kalengan merek makarel juga ditemukan di swalayan seputaran jalan Basuki Rahmat Palu. Tindakan serupa dilakukan tim kepada pengelola agar ikan kaleng makarel tidak dijual kepada masyarakat.

Kepala Bidang Perdagangan Dalam Negeri Disperindag Sulteng, Zainuddin Hak yang ikut melakukan penyisiran menjelaskan, ikan kalengan makarel harus dikembalikan kepada distributor.

“Harus dikembalikan kepada distributornya, tidak bisa lagi dijual kepada masyarakat karena terindikasi mengandung cacing,” jelas Zainuddin.

Dia mengatakan, setelah pihak swalayan mengembalikan ikan kalengan makarel ke distributor, tim akan memantau sampai produk benar-benar dimusnahkan. Hal itu berdasarkan instruksi Pemerintah pusat agar masyarakat terhindar dari makanan yang tidak higienis.

“Teman-teman dari Polda akan melacak pihak distributor mencari tahu terhadap produk apakah sudah dilakukan pemusnahan,” tuturnya.

Zainuddin mengimbau masyarakat untuk lebih teliti dalam membeli makanan kalengan. Masyarakat dikatakannya tidak perlu terlalu khawatir karena tak semua ikan kalengan mengandung cacing.

“Yang penting masyarakat teliti sebelum membeli. Masyarakat juga jangan pernah lupa mengecek tanggal kedaluwarsa produk yang akan dibeli,” tandasnya.

Menanggapi hal itu, pihak pengelola swalayan mengaku siap mengembalikan ikan kalengan makarel kepada distributor. 

“Kalau memang harus dikembalikan kami siap. Cuma kemarin-kemarin belum pasti informasi karena ada yang bilang tidak masalah ikan kaleng bercacing apabila sudah dimasak,” ucap salah seorang pengelola swalayan. 

Belum Ditarik

Distributor ikan kaleng produk ABC Mackerel belum dapat melakukan penarikan dari pasaran. Saat ini, pihak distributor masih berupaya menginventarisir produk mengandung cacing parasit yang sudah telanjur beredar. 

Hal itu dikatakan salah satu distributor tunggal produk merek ABC di kawasan Tondo, Kota Palu, kepada tim sidak gabungan dari Badan Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM) Palu, Dinas Perindustrian dan Perdagangan Sulteng, Dinas Kesehatan Sulteng serta Badan Ketahanan Pangan Sulteng.

Menurut distributor, pihaknya sudah menyampaikan kepada produsen atau pabrikan perihal permintaan penarikan dari BPOM Palu. Surat dari BPOM saya sudah teruskan ke pabrikan. Kami diberikan waktu 30 hari untuk melakukan penarikan produk. Bahkan oleh pabrikan, memerintahkan agar semua produk ABC ditarik.  

"Ini butuh waktu pak dan tidak mudah. Karena sales harus mendata terlebih dahulu ke toko-toko yang menjual. Setelah itu baru kita bisa mengetahui jumlah pproduk yang harus ditarik," katanya.  

Sementara itu dari petugas gabungan mendesak agar penarikan bisa dilakukan secepatnya. Dikhawatirkan sudah banyak beredar di pasaran dan dikonsumsi masyarakat.

Petugas BPOM Palu Supendy mengatakan, sebaran produk ABC Mackerel bahkan sampai ke Bungku Kabupaten Morowali.  

"Saya baru pulang dari Morowali dan di sana saya juga menemukan produk ABC Mackerel dan diditribusikan dari Palu," ujar Supendy. 

Pihak BPOM Palu juga meminta kepada distributor untuk memberikan data distribusi produk yang mengandung cacing parasit. 

Sebelumnya, sidak dilakukan di pusat-pusat perbelanjaan seperti di Jalan S Parman dan Jalan Martadinata. Di salah satu tempat perbelanjaan di Tondo, petugas menemukan ikan kaleng ABC Mackerel dengan kode produksi yang masuk daftar ditarik. 

Supendy mengatakan, tidak semua produk ABC Mackerel mengandung cacing parasit tapi hanya pada kode produksi tertentu saja. Distributor juga sudah memisahkan empat kardus ikan kaleng dengan kode produksi masuk daftar yang harus ditarik. (ptr/mic)

 

Editor: M Yusuf Bj