Wednesday, 27 September, 2017 - 02:06

Ditemukan di Pantai Wakai, Buaya Besar Gegerkan Warga Touna

Buaya sepanjang hampir 4 meter yang berhasil ditangkap warga Wakai, Kecamatan Tojo Unauna, Kabupaten Tojo Unauna, saat ini diikat dan menjadi tontonan warga. (Foto : Ist)

Ampana, Metrosulawesi.com – Warga Wakai, KabupatenTojo Unauna (Touna, digegerkan dengan penemuan seekor buaya dengan panjang 3,75 meter,  didaerah pantai indah, Kecamatan Unauna.
 
Menurut pengakuan warga, dilokasi tersebut kerap ditemukan buayan. Namun kali ini, buaya yang ditangkap yang paling besar. Fandi warga Ampana mengaku, buaya tersebut ditangkap saat  mendekati tempat penjemuran ikan teri di tepi pantai indah, dekat  jembatan di pelabuhan.
 
Sebelum dievakuasi dari tepi pantai, buaya  yang panjang hampir 4 meter  ini digiring secara ramai-ramai ke perkampungan, setelah mulut dan kakinya di ikat kuat
 
"Waktu itu torang tiba diwakai jam 2 siang naik kapal, buaya ini ditangkap pada hari Sabtu pekan lalu, ditempat penjemuran ikan teri di Wakai, mungkin saja  buaya tersebut mencium aroma ikan rono yang dijemur saat itu, sehingga buaya itu datang dan ditangkap," ungkap Fandi Warga Ampana yang melihat langsung penangkapan buaya tersebut, Rabu (2/3/2016).
 
Warga lain juga menceritakan, jika ditempat tersebut merupakan lokasi munculnya buaya, terutama pada malam hari, apalagi lokasi muara di Wakai banyak di tumbuhi pohon bakau.
 
"Di Wakai itu sejak dulu kalau malam di dekat jembatan pelabuhan sering terlihat buaya muncul, karena disitu banyak pohon lolaro di dekat dekat pantai," ungkap Nima, warga Wakai.
 
Sejauh ini belum ada cerita jika buaya laut itu memangsa warga setempat. Kondisi buaya saat ini masih hidup dengan kondisi diikat itu saat ini menjadi tontonan warga.


Editor : Subandi Arya

Kirim Komentar Anda
Budayakan beri komentar terkait artikel yang ditayangkan. Komentar adalah tanggapan pribadi sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim, tidak mewakili kebijakan redaksi METROSULAWESI dot com. Redaksi berhak mengubah atau menghapus komentar sesuai dengan Pedoman Komunitas.